Dilema Me Time Bagi Ibu Muda

Manfaat Me Time

Sewaktu awal-awal Calvin lahir dulu, saya sempat memiliki pemahaman yang keliru karena terhalangi sifat perfeksionis yang terlalu besar. Saya menanamkan ekspektasi dan tuntutan yang besar terhadap diri saya sendiri, bahwa semua hal harus disediakan yang terbaik buat Calvin, terutama kebersihan. Saking saya tidak percaya dengan orang lain, saya keukeuh tidak mau Calvin diurus sama orang lain selain saya, jadi saya benar-benar melakukan semua keperluan Calvin nyaris seorang diri.. sampai akhirnya saya mengalami sindrom baby blues!

Ya wajar aja sih, Moms karena saya tidak punya waktu buat diri saya sendiri ataupun suami, semua waktu hampir saya curahkan untuk mengurus Calvin. Akhirnya saya sadar bahwa hal ini tidak benar. Saya sendiri harus jadi ibu yang bahagia, kalau saya merasa terbebani dengan pikiran saya sendiri, tentunya itu tidak akan bagus untuk saya dan keluarga yang pastinya akan terkena dampaknya juga.

Bagaimanapun sibuknya kita sebagai seorang ibu, toh kita tetap manusia biasa juga yang ingin memiliki me time dengan meluangkan waktu untuk diri kita sendiri, melakukan hal-hal yang menyenangkan, menjalani hobi kita, sehingga membuat kita rileks dan bertenaga kembali. Kalau kita sendiri tidak merasa rileks, kita pasti merasa terbebani, mudah lelah, dan merasa diri tidak bahagia. Nah bagaimana kita mau membahagiakan keluarga kita sendiri? Padahal seharusnya kita bersyukur dan berbahagia atas anugerah yg sudah Tuhan berikan, dimana banyak orang yang mengharapkan, tapi belum saatnya diberikan.

Ada beberapa dampak buruk yang bisa terjadi, Moms, jika kita kurang meluangkan waktu untuk diri kita sendiri, yaitu:

  • Sering marah-marah kepada anak dan suami
    Si ibu bisa berpikir bahwa kesusahannya selama ini disebabkan oleh anak-anaknya, sehingga cenderung sering memarahi anak-anaknya dan juga karena sering merasa tidak puas dan tidak bahagia, jadi istri sering komplain marah2 kepada suami.
  • Merasa tidak puas akan pernikahannya
    Kondisi hidup saat kita masih lajang dan menikah sangat berbeda, Moms. Karena saat kita sudah menikah, biasanya kita disibukkan dengan urusan rumah tangga sampai anak sehingga tidak punya waktu untuk diri sendiri. Akhirnya hal itu membuat kita tidak puas dengan pernikahan kita walaupun suami sudah memenuhi semua kebutuhan rumah tangga
  • Depresi
    Karena tidak memiliki me time, kita tidak bisa menyalurkan keinginan-keinginan kita, ditambah lagi jika kita menyimpan beban sendiri yang akhirnya membuat kita jadi merasa depresi.

Oleh karena itu untuk kelangsungan hidup berumahtangga yang sehat, diharapkan pengertian dari para suami utk memberikan kesempatan kepada istrinya untuk memiliki me time. Dan sebagai istri, kita harus terbiasa mengutarakan apa yang kita rasakan kepada suami, jangan memendamnya sendiri, ya Moms!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s