Blog

Staycation di Ibis Styles Jakarta

Suntuk dengan suasana di Jakarta yang sumpek, tapi ngerasa bosan dengan nuansa hotel yang itu-itu aja serta biayanya mahal? Kenapa tidak mencari hotel di lokasi strategis yang unik dan instagenic untuk pilihan staycation di dalam kota yang terbaik?

Menurut saya, hotel Ibis Styles Jakarta di kawasan Jakarta Pusat ini sangat memenuhi semua kriteria sebagai tempat staycation yang nyaman dan seru! Bayangin saja, lokasinya beneran lumayan strategis, loh… Yaitu hanya sejengkal dari Tanah Abang (sehingga dekat kalau kita mau ke Thamrin-Sudirman). Soal harga kamarnya pun menurut saya sangat bersahabat dengan fasilitas hotel yang memadai serta yang penting lagi adalah interior hotelnya sangat instagenic sehingga cocok banget dipakai buat eksis di sosial media kamu-kamu!

Karena itulah, akhirnya saya dan suami serta Calvin memutuskan untuk menjalani staycation singkat selama semalam di Ibis Styles Jakarta. Penasaran seperti bagaimana? Yuk, simak ulasannya berikut ini.

Ibis 44

Secara keseluruhan desain interiornya dipenuhi gaya tropical urban kontemporer yang kayaknya lagi happening belakangan ini, dengan warna-warna pastel dan motif saling bertabrakan di sana-sini. Alhasil, baru melangkah masuk ke dalam hotel ini pun jadi serasa pengen cepet-cepet ambil foto di sana-sini, deh…

Ibis 28

Ibis 43

Rancangan meja resepsionisnya pun unik, terasa friendly, cozy dan personal bangettt… Apalagi kedatangan saya disambut oleh staf resepsionis yang ramah dan informatif. Jadi ingin cepat-cepat melongok kamarnya kalau sudah begini, hihihi…

Ibis 25

Ibis 26

Ibis 27.jpg

Ibis 38

Ibis 29.jpg

Nah, kalau ini adalah interior dari restorannya yang berdekatan dengan area lobi, yang dinamai Streats Restaurant & Bar. Sebelum masuk ke kamar, saya sempatkan dahulu untuk berkeliling sejenak. Duh, rasanya pengen segera pamer selfie sambil makan di sini, deh ah, hehehe…

Ibis 7.jpg

Ibis 13

Tuh, penampakan interior kamarnya… Keren banget, kan? Temboknya dipenuhi grafiti warna-warni yang ceria. Foto-foto di kamar pun serasa tidak lagi berada di kamar hotel, tapi lebih mirip di museum urban yang kekinian, ya nggak sih?

Ibis 18

Ibis 12

Ada televisi layar datar super gede 50 inci yang siap menemani kegiatan senggang di dalam kamar supaya tidak bosan. Selain itu, Free Wi-Fi pun sudah menjadi fasilitas standar tamu hotel, jadi dapat dipastikan kamu tidak akan mati gaya di dalam kamar.

Ibis 16.jpg

Yang unik, di kamar saya menginap ini, tidak ada lemari pakaian seperti halnya di hotel-hotel biasanya. Melainkan disediakan walk-in closet untuk meletakkan dan menggantungkan pakaian kita. Meskipun awalnya terasa janggal, tapi saya suka dengan keunikan ini yang mencirikan mobilitas tinggi kaum urban yang ingin segala sesuatunya praktis dan efisien.

Ibis 23

Berhubung Calvin masih doyan minum fresh milk UHT ke mana-mana, maka saya pun dengan tenang bisa menyimpan ke dalam chiller yang sudah disediakan di dalam kamar. Namun untuk Moms yang mau menyimpan ASI perah, disarankan untuk menitipkan di bagian dapur ya, karena suhu chiller tentu tidak cukup dingin untuk menyimpan ASI perah dalam waktu lama.

Ibis 19

Nah, kalau ini saya dan Calvin bukan lagi berkaca di depan cermin biasa ya, karena itu sebenarnya adalah pintu geser kamar mandi. Jadi kalau pintunya ditutup, seolah seperti pintu rahasia yang menyembunyikan kamar mandi.

Ibis 3

Ibis 5

Ibis 9.jpg

Nah, sekian dulu ulasan mengenai kamar. Selanjutnya kita lihat suasana makan di Streats Restaurant & Bar, yuk!

Ibis 30

Ibis 31

Ibis 33.jpg

Makanan yang disajikan enak dan lengkap, sesuai standar kualitas makanan hotel berbintanglah. Tuh, Si Calvin aja sampai asyik mencicipi buah-buah yang dicelup ke chocolate fountain.

Ibis 37

Ibis 34

Ibis 35

Ibis 46

Ibis 41

Karena saking banyaknya spot Instagrammable di hotel ini, saya pun tak melewatkan kesempatan untuk berfoto-foto ria di banyak tempat. Iyalah, siapa sih yang nggak pengen berfoto di ruangan interior yang cantik kayak gini? Tuh, Calvin aja nggak mau kalah, pengen ikut bergaya di atas troli hotel, hehehe…

Ibis 48

Di hotel Ibis Style ini, tamu hotel juga bisa menikmati fasilitas gym yang cukup komplit, lho! Lalu yang unik, di bagian belakang restoran terdapat halaman belakang yang difungsikan sebagai kebun yang asri sekaligus area outdoor untuk restoran dan tempat bersantai ria yang teduh.

Ibis 49

Oh ya, terus omong-omong dimana kolam renangnya? Masa hotel enggak punya kolam renang, sih? Kenyataannya memang demikian, Moms. Hotel Ibis Styles tidak dilengkapi dengan kolam renang karena dirasa tidak sesuai dengan positioning hotel untuk menunjang mobilitas tinggi kaum urban yang menyukai gaya hidup praktis dan efisien. Toh, untuk menunjang kesehatan, sebagai gantinya kolam renang, pihak Ibis Styles sudah menyediakan fasilitas gym dan courtyard.

Nah, gimana Moms? Apakah Anda juga tertarik melakukan staycation di hotel Ibis Styles Jakarta?

Untuk informasi lebih lanjut, Moms bisa mengunjungi tautan situs di bawah ini:

https://www.accorhotels.com/id/hotel-8674-ibis-styles-jakarta-tanah-abang/index.shtml

Review Popok Merries untuk Sang Buah Hati

Merries 13

Bicara soal popok anak (diapers), sejujurnya saya sudah beberapa kali mencoba berbagai macam merek popok untuk Calvin dari sejak dia bayi hingga sampai saat ini dimana usianya sudah beranjak dari 2,5 tahun. Nah, dari sekian banyak merek yang saya pernah coba, saya jatuh hati dengan Merries Pants Premium.

Seiring dengan bertambahnya usia anak, tentu soal asupan makanan dan aktivitasnya juga ikut bertambah. Karena itu dibutuhkan popok yang punya daya serap maksimal sehingga kita tidak perlu terlalu sering mengganti popok Si Kecil. Iya dong, memang ibu mana yang mau boros-borosan dengan sering beli popok, sih?

Memang sih, ada pula yang namanya popok kain yang bisa dicuci dan dipakai berkali-kali. Tapi jujur saja, berapa banyak ibu-ibu sekarang yang masih punya banyak waktu luang untuk mencuci popok-popok kain anak, sedangkan kesibukannya sendiri saja mengurus ini-itu di rumah seolah tak pernah selesai?

Padahal daya serap popok kain menurut saya tidak terlalu optimal, sedangkan anak bisa pipis atau buang air besar (BAB) berkali-kali dalam sehari. Belum lagi risiko popok kain yang tidak higienis karena sudah dipakai berulangkali, sehingga noda-noda kekuningan tergambar jelas di sana. Haduh… Membayangkannya saja sudah capek sendiri, maka itu saya mantap lebih memilih popok sekali pakai deh, untuk Si Calvin.

Merries 2.jpg

 

Sekedar informasi, popok Merries terbagi dalam dua jenis, yaitu Merries Pants Premium (bungkusnya warna putih) dan Merries Good Skin (bungkusnya warna hijau). Kebetulan yang akan saya ulas disini adalah Merries Pants Premium. Produk popok yang beredar di pasaran dapat dibagi menjadi dua tipe, yaitu: tipe tape (perekat) dan pants (celana). Keduanya ini punya kelebihan masing-masing, tapi umumnya popok tipe perekat cocok digunakan untuk bayi yang masih kecil dan usia newborn. Sedangkan popok tipe celana lebih sesuai untuk bayi yang sudah aktif bergerak.

Kelebihan popok tipe celana:

  • Popok celana dapat dipakaikan seperti memakai celana dalam.
  • Mengganti popok menjadi mudah karena bagian pinggang tidak perlu diatur lagi.
  • Langsung pas dipakai dan lembut di perut bayi walaupun bayi banyak makan atau minum.
  • Cocok untuk bayi yang aktif bergerak.

 

Merries 10.jpg

Untuk produk Merries Pants yang saya pakaikan ke Calvin adalah yang bertipe celana ukuran XL. Memilih ukuran popok ini juga harus diperhatikan lho, Moms. Karena saya pernah memakaikan Calvin ukuran popok yang dibawah XL dan saat dia BAB, buset… tinjanya sampai ke mana-mana. Sejak itu saya jadi sangat memperhatikan ukuran popok yang disesuaikan dengan berat badannya, sebelum membeli.

Merries 20

 

Terus, apa lagi yang membedakan popok Merries dengan merek-merek lainnya?

Keunggulan popok Merries tipe celana ukuran L & XL:

  1. Memiliki sirkulasi udara yang baik sehingga kulit bayi tetap kering dan nyaman. Di bagian pinggangnya ada teknologi “terowongan udara” yang membantu menjaga kulit bayi tetap lembab.
  2. Seluruh bagian karet popok terasa lembut, nyaman dan pas. Saat dipakaikan, popok Merries tidak terasa mengganjal atau mudah melorot. Popok Merries ini bahkan pernah memenangkan Cool Design Award di Jepang karena kenyamanannya saat dipakai.
  3. Ada fitur “alarm” penanda pipis. Bila popok Merries sudah menyerap penuh, maka garis kuning di popoknya akan berubah warna menjadi biru.

Nah jadilah sekarang popok Merries Pants Premium menemani keseharian Calvin untuk beraktivitas dengan nyaman. Masih ragu dengan kualitas Merries? Sekedar informasi, popok Merries adalah popok dengan penjualan nomor satu di Jepang selama 10 tahun (2007 – 2017), lho! Jadi sudah pasti produk Merries terjamin kualitas dan kehandalannya, Moms.

Merries 27

Untuk informasi lebih lanjut tentang popok Merries, Moms bisa mengunjungi situs resmi Merries. Kalau Moms mau membeli popok Merries, juga sekarang tidak perlu lagi repot-repot mencari di luaran, karena Moms bisa langsung mengunjungi www.merries.co.id/buy-now

Bandung Getaway (Part 2)

DSCF4723

Berlanjut ke catatan liburan Bandung Getaway berikutnya, setelah check-out, saya kemudian melanjutkan singgah ke Hotel Padma di kawasan Ciumbuleuit, Bandung. Hotel yang satu ini menawarkan pemandangan bukit yang mempesona dengan hawa sejuk sepoi-sepoi, duh… hati pun jadi serasa adem banget…

Buat yang belum tahu Ciumbuleuit di mana, kawasan ini sebenarnya ada di daerah pinggiran kota Bandung dan kondisinya memang berbukit, makanya banyak sekali hotel dan resort di daerah ini. Oh ya, Universitas Katolik Parahyangan yang terkenal di Bandung itu juga ada di daerah ini, lho.

DSCF4764
Dekorasi wayang golek khas Sunda yang menghiasi ruangan lobby hotel.

Tidak seperti tipikal gedung hotel bertingkat umumnya, Hotel Padma ini terlihat seperti bangunan satu lantai dari luar. Tapi jangan salah, hotel ini juga sebenarnya bertingkat kok, totalnya ada 8 lantai, namun yang unik adalah tingkatan lantainya malah dari atas ke bawah. Jadi lantai 1 (lobby) itu justru lantai paling atas yang sejajar permukaan tanah, sedangkan lantai-lantai berikutnya ada di bagian bawahnya. Kok bisa? Ya karena Hotel Padma ini terletak di daerah lereng bukit. Supaya lebih jelas, yuk simak gambar hotelnya di bawah ini.

padma-hotel-bandung
Hotel Padma persis ada di lereng bukit, sehingga posisi lantai lobby justru ada di paling atas.
DSCF4765
Arsitektural hotel didominasi elemen garis dan ornamen kayu.

Nah, kemudian yuk kita longok seperti apa sih kamarnya? Kesan pertama yang saya dapatkan adalah compact dan rapi (tidak terlalu luas, tapi juga tidak terlalu sempit – alias pas!). Ini saya juga dapat complimentary dari manajemen hotel berupa flower bucket dan coklat! Duh, so sweet banget, hatur nuhun!

DSCF4793

DSCF4801

DSCF4795
Yang keren, di setiap kamar disediakan mesin coffee maker, asyik banget kan ngopi pagi-pagi sambil menikmati panorama bukit yang asri?

DSCF4799.jpg

My Padma Experience

Dengan pemandangan di sekeliling hotel yang penuh hamparan bukit hijau yang mempesona, tentu Hotel Padma tahu banget bagaimana mengemasnya bagi para tamu hotel sehingga lokasi restorannya memang didesain terbuka agar pengunjung bisa menikmati langsung suasana bukit dari segala penjuru.

Padma-Bandung-1

DSCF4728.jpg
Ibu-anak asyik berpose dari teras restoran dengan latar belakang pemandangan bukit.

DSCF4732.jpg

DSCF4731.jpg
Di sebelah kolam renang, ada spot buat yoga juga!

Bertualang di Halaman Belakang Hotel

Meskipun judulnya “halaman belakang” karena memang posisinya ada di bagian belakang, tapi jangan salah karena areanya memanjang dan menurun ke bawah (ingat kan, kalau hotel ini ada di lereng lembah?). Taman belakang hotel ini ternyata diam-diam menyimpan banyak kejutan unik untuk bertualang, makanya nggak salah dinamai “Adventure Park”.

DSCF4774.jpg

Adventure Park berisikan banyak wahana, seperti kombinasi antara playground anak, mini petting zoo dan fasilitas outbound. Sayangnya saya tidak sempat menikmati semuanya dikarenakan keterbatasan waktu. Di antaranya, sesuai informasi yang saya peroleh, wahana yang tersedia adalah sebagai berikut:

  1. Pirate Ship
  2. The Labyrinth
  3. Rabbit Village
  4. Bird Park
  5. Tree House
  6. Fish Pond
  7. Flying Fox
  8. Archery Zone (tapi saya tidak sempat ke sini)

Pirate Ship

DSCF4847.jpg
Dibuat seperti kapal bajak laut dengan perosotan.
DSCF4867.jpg
Perosotannya aman kok untuk toddler, ini Calvin aja berani meluncur sendiri.
DSCF4857.jpg
Ada wardrobe cosplay koboi dan Indian yang bisa dipakai untuk foto-foto narsis.

Labyrinth

DSCF4819
Taman labirin yang unik dan yang pasti aman karena enggak mungkin nyasar di dalamnya.
DSCF4889.jpg
Buat anak kecil pasti suka banget kejar-kejaran di taman labirin ini.

Rabbit Village

DSCF4846
Ada “Desa Kelinci” rupanya di tengah rerimbunan bukit.
DSCF4894.jpg
Ternyata desanya seperti kastil yang dikelilingi rumah-rumah mungil ala Hobbit.
DSCF4851.jpg
Tuh, ada si kuping panjang lagi jalan-jalan di kastilnya.
DSCF4830.jpg
Dengan konsep “petting zoo”, anak-anak pun bisa berinteraksi langsung memberi makan kelinci. Disarankan untuk datang agak pagi ke sini ya, karena kalau sudah agak siang, kelincinya sudah kenyang jadi bakal ogah-ogahan kalau disodori wortel.
DSCF4835.jpg
Calvin pun jadi anteng deh, menyuapi kelinci dengan wortel.

Bird Park

DSCF4898.jpg
Di sini, kita juga boleh masuk ke dalam untuk memberi makan burung-burungnya, lho. Pintunya dibikin dua lapis supaya aman, tapi ya tidak disarankan terlalu rame waktu masuk.
DSCF4888
Mayoritas burung-burung yang dipelihara berjenis parkit.
DSCF4884
Makanan burungnya pun sudah disediakan kok, tapi jangan harap burung-burungnya mau langsung datang buat makan seperti kelinci, ya!

Tree House

DSCF4810
Nah, kalau ini semacam rumah panggung yang lokasinya sebelahan dengan taman labirin.
DSCF4817
Pas naik ke atas, kita bisa melihat sekeliling “Adventure Park” dengan lebih jelas.

Kids Activities

DSCF4862
Ada juga aktivitas nail & tattoo art untuk anak-anak
DSCF4868
Tapi ingat, enggak ada manicure dan pedicure khusus ibu-ibunya, ya!
DSCF4855
Ada sesi kreatif menggambar tote bag juga, ini lagi dijemur.

Nah, banyak banget kan aktivitas di Adventure Park? Padahal saya belum cobain wahana yang lainnya lho, yang katanya ada tracking, memanah, ngasih makan ikan, dsb. Kebetulan waktu saya ke sini, memang sedang tampak ada renovasi sih, barangkali ke depannya akan ada penambahan wahana-wahana baru lagi.

Kolam Renang

Bicara fasilitas hotel, tentunya belum lengkap kalau tidak mengulas fasilitas kolam renangnya, ya Moms. Sayangnya lagi-lagi karena keterbatasan waktu berhubung hanya 1 hari menginap, saya juga tidak sempat mencicipi kolam renang di sini, jadinya hanya sempat berfoto-foto ria saja.

DSCF4734.jpg

DSCF4932.jpg

DSCF4949

DSCF4951.jpg
Ada kolam jacuzzi-nya juga, loh!
DSCF4947
Berkongkow sejenak di pinggir kolam renang di jam-jam terakhir sebelum check out.
DSCF4937.jpg
Nah, ini pemandangan di spot yoga (sebelahan sama kolam renang), keren banget, ya? Keren pemandangannya dan keren orangnya juga, kan? Hehe…

Koboi Cilik Dadakan

Sebelum pamit pulang, Calvin ngerasain dulu jadi koboi Ciumbuleuit dengan menaiki kuda di depan area parkiran Hotel Padma. Kuda-kuda jinak ini sebenarnya bukan termasuk fasilitas hotel, tapi memang disewakan oleh warga sekitar untuk tamu hotel yang ingin menunggangi kuda. Tarifnya untuk sekali naik dan berputar-putar seharga Rp 20.000,-.

DSCF4926.jpg
Ini ekspresi muka tegang, takut campur senang kayaknya, ya…
DSCF4931.jpg
Nah ini foto emaknya ikut antusias walaupun enggak berani naik kudanya.

Gimana Moms, asyik kan merasakan Padma Experience di Hotel Padma Bandung? Jadi tertarik dong ingin menginap (lagi) di sini? Begitu juga saya pastinya… Sudah tidak perlu diragukan lagi!

Hatur nuhun untuk seluruh staf dan manajemen Hotel Padma Bandung, semoga dalam waktu dekat kita bisa berjumpa kembali.

 

Hotel Padma Bandung

Jl. Ranca Bentang 56-58 Ciumbuleuit, Bandung 40142

Telepon: (022) 203 0333 / Fax : (022) 203 6633

IG: @padmabandung

http://www.padmahotelbandung.com

Bandung Getaway (Part 1)

DSCF4587

“Wah… Foto liburan ke pantai mana tuh? Katanya liburan ke Bandung, kok fotonya kayak lagi di pantai?”

Well, ini beneran ada di Bandung kok, Moms… Tepatnya di area kolam renangnya The Trans Luxury Hotel di Bandung. Nah, mau tahu nggak lebih lanjut ada apa saja di hotel ini selama saya menginap? Yuk, ikuti ulasannya di bawah ini!

Nuansa Kemewahan Urban Lifestyle

da9f21eafe631480bf3088df009692f6

Bayangkan sebuah hotel berbintang lima yang bersebelahan persis dengan mall dan wahana taman bermain… Sudah terbayang kan asyiknya? Ya, dengan kondisi wah tersebut, tak heran The Trans Luxury Hotel dengan cepat menjadi salah satu hotel paling ikonik dan terkenal di kota Bandung.

Jadi ceritanya pada tanggal 26 Juni 2019 kemarin, saya merencanakan liburan singkat bareng keluarga ala-ala Bandung Getaway gitulah, selama 2 hari ke Bandung. Nah, hotel pertama yang kami singgahi adalah The Trans Luxury ini. Awalnya saya pikir, ah menginap di hotel ini kalau bosan, tinggal ngeluyur aja ke sebelahnya, kan ada Trans Studio yang terkenal itu. Ternyata pas ngendon di kamarnya, malah jadi keasyikan saking nyamannya, sampai-sampai waktu satu hari pun jadi tak terasa tanpa perlu harus ke Trans Studio, lho.

3(4).jpg
Foto diambil langsung dari situs The Trans Luxury Hotel – karena foto kamar yang saya tinggali sudah terlanjur acak-acakan, sehingga kurang bagus kalau difoto, hehe…
DSCF4697
Nah, kalau ini baru foto real dari kamar saya…

Saya memesan dua kamar untuk kami berlima (suami, Calvin, mami, papi dan sus-nya Calvin). Sengaja saya pilih kamar yang ada connecting door-nya, sehingga kalau ada keperluan tidak perlu repot. Kamar pun jadi terasa lapang, lebih mirip apartemen malahan. Untuk suasana kamarnya, kurang lebih seperti gambar di atas dengan ada dua pemandangan yang ditawarkan, yaitu pemandangan ke arah perkotaan dan kolam renang.

DSCF4683
Ini foto pemandangan “kolam renang” dari jendela kamar saya.
DSCF4698.jpg
Saking semangatnya, Calvin berulang kali keluar-masuk connecting door dengan Bontoy kesayangannya.

Di kamar doang seharian, memangnya nggak bosan apa? Tadinya saya juga mikir begitu, tapi begitu sudah mencicipi empuknya kasur hotel ditemani tayangan TV cable dan Wi-Fi gratis dari hotel, saya pun jadi terlena betah berlama-lama di kamar, hahaha…

DSCF4687

Begitu malam tiba, perut pun mulai keroncongan. Mau cari makan apa ya? Gampang Moms, tidak perlu jauh-jauh, cukup kita jalan kaki saja ke mall yang persis bersebelahan dengan hotel (masih satu area, kok), yaitu TSM (Trans Studio Mall). Tadinya saya kira mall ini palingan hanya pelengkap saja, isinya juga pasti nggak lengkap. Ternyata saya keliru, TSM ini cukup komplit lho, bahkan tempat makan favorit saya, Sushi Tei pun ada! (Tapi ya masa sih jauh-jauh ke Bandung, malah makan di Sushi Tei?). Mau nonton bioskop? Toko buku? Gunting rambut? Belanja baju atau makan-minum? ATM Center? Cari playground buat anak? Ada semua dong di TSM…

DSCF4591

Yang paling ditunggu-tunggu pas menginap di The Trans Luxury sudah pasti kolam renangnya yang terkenal dengan artificial beach-nya, Moms. Pasirnya saja katanya diimpor dari Australia, lho! Jadi disini kita beneran serasa lagi di pantai, bisa main pasir-pasiran atau mau bikin istana pasir juga oke sajalah!

DSCF4594.jpg

Fasilitas di THE POOL :

  • Heated water technology
  • White sandy beach pool, lap pool, kids pool with a slide and jacuzzi
  • Certified lifeguard
  • Towel, shower, amenities and slippers
  • Luxurious poolside lounger
  • Sunken Bar
DSCF4595.jpg
Beneran kok, ada lifeguard yang senantiasa memantau, udah kayak adegan di film “Baywatch”.

Calvin pun sudah pasti terlihat sangat menikmati basah-basahan di kolam renang ini, sampai-sampai dia nangis kejer sewaktu disuruh udahan balik ke kamar. Oya, di area ini juga ada Kids Club yang ada acara macam-macam untuk anak-anak, tapi Moms mesti cek jadwalnya dulu karena hanya ada di jam-jam tertentu saja.

DSCF4614.jpg

DSCF4659

DSCF4650

Nah, sekarang sudah tahu kan kenapa waktu 1 hari terasa tidak cukup untuk menikmati The Trans Luxury Hotel Bandung? Kenapa saya sampai tidak sempat melipir ke Trans Studio Bandung yang cuma sejengkal dari hotel? Ya, karena di hotelnya sendiri saja sudah betah dan nyaman, hehe…

DSCF4715

Ini foto kenang-kenangan terakhir saya berpose di tangga lobby The Trans Luxury Hotel Bandung sebelum check-out. Sudah mirip pose Cinderella yang menuruni tangga istana, belom? Hehehe… Eh, by the way… Saya baru nyadar kalau hotel ini didominasi warna merah maroon, hitam dan emas, yang semakin menambah nuansa mewahnya.

Terima kasih untuk segenap staf dan manajemen The Trans Luxury Hotel Bandung, kapan-kapan kalau saya berkesempatan ke Bandung lagi, pasti kita akan berjumpa kembali!

 

The Trans Luxury Hotel Bandung

Jl. Gatot Subroto No.289, Cibangkong, Kec. Batununggal, Bandung 40273

Telepon: (022) 8734 8888

IG: @thetransluxuryhotel

http://www.thetranshotel.com

Emergency! Emergency!

Robocar Ancol 20

“Emergency! Emergency!…”

Wah, panggilan darurat apaan itu ya? Ooh, ternyata itu kode panggilan buat Si Poli dan Amber dari Serial Robocar Poli yang gemesin itu. Pas Liburan Lebaran kemarin saya berkesempatan mengajak Calvin buat nonton Live Show Robocar Poli di Pantai Lagoon, yang terletak di dalam kawasan wisata Ancol, Jakarta. Kebetulan juga memang Calvin lagi demen sama Robocar Poli dan sudah punya beberapa mainannya di rumah. Wah, so pasti Calvin seneng banget dong ya ketemu jagoannya?

Nah, untuk Moms yang mau nonton acara ini, catat ya tanggalnya hanya sampai 16 Juni 2019 saja, dengan dibagi menjadi dua sesi acara per harinya, yaitu pukul 14.30 dan 17.00 WIB. Karena durasi acaranya kurang lebih hanya sekitar 30 menitan saja, jadi better jangan sampai telat ya, datangnya! Oya, acara nonton Robocar ini gratis lho, cuma di akhir acara ada sesi meet & greet-nya yang berbayar.

Robocar Ancol 5

Ada apa aja sih acaranya? Sebelum acara dimulai, presenter-nya akan mengajak anak-anak untuk berkumpul. Lalu kita diajari bagaimana caranya memanggil Robocar Poli, yaitu lewat berseru-seru “Emergency! Emergency!”. Nah, kemudian muncullah kakak-kakak kece yang menyuguhkan modern dance untuk memanaskan suasana sambil diselingi pertunjukan drama yang memberikan pesan moral buat anak-anak.

Robocar Ancol 12

Setelah itu, barulah muncul jagoan yang ditunggu-tunggu semua anak-anak di tempat itu, eng… ing… eng, yaitu Poli (Robot Mobil Polisi) dan disusul Amber (Robot Mobil Ambulans). Mereka kemudian juga ikut menari atraktif sembari mengajak anak-anak untuk menirukan gaya mereka.

Robocar Ancol 14.jpg

Oya, disamping kanan panggung, juga ada booth Toys Kingdom yang eksklusif menjual berbagai merchandise dan mainan Robocar Poli dengan harga spesial diskon 20% all items! Wahhh, kapan lagi ya bisa beliin mainan favoritnya Calvin dengan harga diskon, coba?

Robocar Ancol 6.jpg

Akhirnya dua bocah di tengah pelukan saya ini anteng mendapat hadiahnya masing-masing, yaitu mobil-mobilan Poli untuk Calvin dan mobil-mobilan Amber buat Kiera. Nah, semua sama-sama senang dan puas, kan?

Robocar Ancol 7.jpg

Selesai acara, ada sesi meet & greet buat anak-anak dan orangtua yang mau berfoto bersama Poli dan Amber di atas panggung dengan cukup membayar Rp 50.000,- saja. Biaya tersebut sudah termasuk cetak foto ukuran 6R.

Terima kasih ya, buat Robocar Poli dan Taman Impian Jaya Ancol yang sudah mewujudkan impiannya Calvin!

Robocar Ancol 21

Love Yourself, Love Your Body!

Lighthouse Relationship 12.jpg

“Diet Always Starts Tomorrow”
(Anonymous)

Bener gak, hayoo? Ngaku deh, buat para wanita (termasuk saya) yang bertekad untuk diet dan harus menghadapi 1001 macam godaan yang bersliweran di depan mata.

Ini semua terjadi kebanyakan karena mindset yang keliru. Kita cenderung berpikir bahwa diet itu kondisi yang dipaksakan, menyiksa dan tidak enak. Maka saat menjalaninya, pikiran bawah sadar kita pun menjadi resistan, melawan balik dengan mencari-cari celah untuk selalu menggagalkan upaya diet tersebut. Dalam lingkup yang lebih luas, seringkali upaya diet ini juga berawal dari mindset yang keliru pula, misalnya kita mati-matian berdiet karena merasa diri kurang langsing, kurang cantik, kurang seksi, kurang ini-itu, dan kurang-kurang lainnya.

Karena merasa selalu kurang itulah, penerimaan diri kita (self-acceptance) kita juga semakin terkikis. Ujungnya kita merasa stres, depresi, kecewa terhadap diri sendiri maupun lingkungan, lalu melakukan penyangkalan dengan pelarian diri ke bentuk-bentuk yang berpotensi menyesatkan, misalnya clubbing, alkohol, drugs, seks bebas, atau menghasilkan perilaku gangguan ekstrim yang tidak sehat, seperti shopaholic, bulimia atau anoreksia.

Nah, di hari Jumat kemarin, pada tanggal 3 Mei 2019, saya berkesempatan menghadiri acara peluncuran dan bedah buku “In a Relationship with My Body” di Kopi Kalyan, Jakarta Selatan, yang ditulis secara khusus oleh Tim Psikologi dari LightHOUSE Indonesia dan Rahne Putri sebagai narasumber.

Lighthouse Relationship 1

Menjalin hubungan dengan tubuh saya? Weits, maksudnya apa ya ini? Kembali lagi seperti tulisan saya di atas, bahwa banyak kekeliruan terjadi diawali dari mindset yang keliru pula. Untuk itu, buku ini akan mengajak kita membenahi diri untuk memiliki mindset yang benar terhadap tubuh kita. Layaknya orang berpacaran, tentu kita memiliki mindset yang positif terhadap pasangan kita, bukan? Kita juga akan merasa nyaman dan menerima dia apa adanya, sembari berusaha memberikan yang terbaik untuknya, bukan? Itu juga yang akan terjadi bila kita “berpacaran” dengan tubuh kita sendiri.

Lighthouse Relationship 5

Self-love atau sikap mencintai dan menerima diri sendiri dapat mengakibatkan efek positif yang sangat dahsyat. Tim psikolog LightHOUSE Indonesia yang terdiri dari Tara De Thouars, Naomi Tobing dan Anindita Citra, menyusun sebuah workbook yang bertujuan untuk memperkenalkan diri kita pada tubuh kita sendiri dan potensi terbaik kita, serta mampu menerima diri apa adanya dan mencegah kita dari perilaku gangguan atau masalah makan.

Seperti halnya dalam diet, justru upaya tersebut harus dimulai dengan perasaan cinta dan penerimaan pada diri sendiri. Hal ini dikarenakan jika kita memulai sesuatu dengan perasaan cinta maka keputusan yang kita buat terhadap diri sendiri termasuk keputusan makan akan menjadi keputusan yang paling tepat. Sebaliknya jika kita memulai diet dengan perasaan marah, dendam dan tidak nyaman, maka akan menimbulkan konflik yang berkepanjangan tentang tubuh dan makan yang akan mengarahkan pada gangguan atau masalah makan.

Dalam penjelasannya mengenai self-love, Naomi Tobing selaku bagian dari tim psikolog LightHOUSE Indonesia menjelaskan bahwa self-love seringkali disalahartikan dengan mencintai diri sendiri dengan segala kekurangan dan kelebihannya. Padahal, self-love seharusnya tidak hanya merasakan perasaaan baik tentang tubuh, tetapi juga dengan mengapresiasi diri dengan membuat keputusan, melakukan usaha, dan memberikan yang terbaik bagi diri dan tubuh kita sendiri. Belajar mencintai diri sendiri dapat mengubah pandangan anda lebih positif terhadap lingkungan anda, mendorong anda melakukan kebiasaan yang baik, dan membuat anda memiliki kesehatan mental yang lebih baik.

Mencintai diri sendiri tidak sama dengan mengasihani diri sendiri. Ketika seseorang mencintai dirinya sendiri, orang tersebut akan melakukan yang terbaik untuk diri sendiri, sesuai dengan norma masyarakat dan juga akal sehat. Ketika seseorang menolak untuk mengikuti akal sehat meski sebenarnya tahu apa yang terbaik untuk dirinya sendiri, saat itulah seseorang berada dalam fase self pity dan denial.

Lighthouse Relationship 6

Dengan adanya buku ini, ketiga penulis berharap dapat menaikkan perasaan cinta terhadap diri sendiri agar dapat mengarahkan pembacanya untuk bisa membuat keputusan yang terbaik untuk diri sendiri. Di dalamnya, buku ini dibahas banyak aspek-aspek penting dalam diri sendiri yang dapat meningkatkan rasa percaya diri, mengatasi stress dan sumber masalah, belajar untuk menerima diri sendiri serta cara-cara yang sehat dan tepat agar dapat mengatasi gangguan makan.

Terakhir, Tara De Thouars mengatakan bahwa seseorang sebenarnya tidak perlu mengalami konflik terhadap makanan, karena tidak ada orang yang terlahir dengan gangguan makan. Before you have a good relationship with food, you have to have a good relationship with your body. Itulah salah satu kunci yang dapat mendukung seseorang mencapai tubuh ideal.

Lighthouse Relationship 9

Lighthouse Relationship 10

Oya, selain acara launching dan bedah buku, di acara ini para peserta juga dapat mencoba beberapa fasilitas Psychology Corner yang disediakan oleh LightHOUSE Indonesia seperti Behaviour Change Corner, Stress Thermometer, Self-Love Mirror dan BMI (Body Mass Index) Check, dimana semuanya memang disediakan sebagai fasilitas terpadu dalam Personalized Program dari LightHOUSE Indonesia.

Lighthouse Relationship 11

Seru banget ya! Di akhir acara, ketiga penulis melakukan penandatanganan buku “In a Relationship with My Body” sebagai simbol bahwa buku tersebut telah resmi diluncurkan. Saat ini buku tersebut sudah bisa dibeli langsung lho, di Klinik LightHOUSE Indonesia ataupun melalui kontak WhatsApp di +62812-8811500.

FullSizeRender_18-1024x576.jpg

Tentang LightHOUSE Indonesia

LightHOUSE Indonesia adalah klinik pionir dalam layanan kontrol berat badan dan kontur tubuh, untuk orang-orang yang berjuang dengan berat badan, pembentukan kontur tubuh dan nafsu makan berlebih, dengan menyediakan program yang mudah diikuti dan perawatan pendukung yang dibuat khusus dan menyentuh akar masalah.

Didirikan sejak 2004 oleh dr. Grace Judio-Kahl, MSc, MH, CHt, Dipl. AAAM, Klinik LightHOUSE kini sudah menangani lebih dari 45.000 pasien, dan menghilangkan lebih dari 50.000 kg berat badan. Klinik yang sudah mengantongi sertifikat ISO 9001:2015 ini memiliki delapan cabang di daerah Jabodetabek, yaitu di:

  1. Kebayoran Baru
  2. Cilandak
  3. Thamrin
  4. Sudirman
  5. BSD City
  6. Cibubur
  7. Pantai Indah Kapuk
  8. Kelapa Gading.

Dalam waktu dekat, LightHOUSE Indonesia juga akan segera membuka 2 klinik baru di Lotte Shopping Avenue, Jakarta Selatan dan di Surabaya, Jawa Timur. Wow!

Lighthouse Relationship 7.jpg

Tim SlimRight Expert kami yang terdiri dari dokter, ahli gizi, perawat, psikolog, hingga psikiater siap membuat program penurunan berat badan pasien kami menjadi lebih mudah dan menyenangkan. Selain program penurunan berat badan, LightHOUSE juga menyediakan treatment pembentukan tubuh menggunakan teknologi treatment tanpa jarum dan operasi. Klinik LightHOUSE juga memberikan konsultasi psikologi untuk dapat membantu pasien yang memiliki permasalahan eating behavior melalui program hipnoterapi, relaksasi, dan terapi tingkah laku kognitif.

Info detail mengenai program dari LightHOUSE Indonesia bisa diakses disini, ya:
Website: https://www.lighthouse-indonesia.com/
Instagram: @lighthouse_indo

Terima kasih untuk LightHOUSE Indonesia sudah memberikan pencerahan bagi para wanita Indonesia untuk mencintai diri sendiri!

FullSizeRender_6-1024x576.jpg

Love yourself, love your body!

Aktivitas Preschool untuk Toddler

Manfaat Preschool

Saat anak mulai memasuki usia toddler (balita), yaitu 2 tahun ke atas, tentu lazimnya kita sudah harus mulai mencari-cari aktivitas yang tepat untuk menunjang perkembangannya sebelum masuk usia sekolah formal, yaitu SD. Begitu juga dengan Calvin yang saat ini sudah menginjak usia 2 tahun 3 bulan, saya pun mulai mencarikan dia tempat beraktivitas bagi dirinya di usia prasekolah ini.

Setelah menimbang sana-sini, akhirnya saya memasukkan Calvin ke dua tempat, yaitu Rockstar Gym dan BrainFit. Jadi di artikel ini, saya sekalian akan coba mengulas poin-poin plus dan minus dari masing-masing berdasarkan pengalaman saya pribadi (tidak ada maksud untuk menjatuhkan pihak mana pun, ya).

 

rockstar

Rockstar Gym

Tempat apakah ini? Apa melatih anak jadi seorang rocker? Tapi kok ada embel-embel gym-nya? Bukan ya, Moms… dikutip langsung dari informasi di situs resminya, Rockstar Gym (RG) adalah One Stop Kids & Teens Physical Education. Pertama kali berdiri di Indonesia dari tahun 2004, buat ibu-ibu yang sering ngemal pasti tahu karena RG memang banyak ada di mal-mal besar. Edukasi fisik yang diberikan RG ini bertujuan untuk meningkatkan kepercayaan diri, social skill dan kebugaran tubuh anak. Ya boleh dibilang RG ini adalah tempat ngegym khusus balita, anak-anak dan remaja.

Kelas-kelas yang ada di RG menurut saya cukup beragam, mulai dari gymnastics, sports (basket & futsal), taekwondo, balet, modern dance, hingga yoga. Kelasnya pun ada yang buat untuk anak usia 1 tahun, lho! Intinya kurikulum pengajaran di RG ini sangat mengutamakan perkembangan fisik anak banget.

rockstar-gym-1466497544

Poin Plus:

  1. Melatih kemampuan motorik anak. Cocok banget buat anak yang sangat aktif atau untuk mendorong anak lebih aktif beraktivitas, ya karena memang yang diprioritaskan adalah olah fisiknya.
  2. Membuat anak lebih percaya diri di tengah kelompok besar. Meskipun dibatasi, tapi rata-rata jumlah anak di kelas lumayan banyak (paling sedikit saja sekitar 10 anak), jadi otomatis anak akan terbiasa beraktivitas di tengah banyak orang.
  3. Memperkuat bonding antara orangtua dan anak. Tidak ada cara bonding yang lebih baik dan seru dibandingkan kita ikut beraktivitas secara fisik dengan anak, bukan? Karena itu rugi besar kalau setiap kali anak ke RG selalu yang mendampingi adalah PRT / Babysitter-nya.
  4. Penyaluran bakat anak. Bila anak memang suka berolahraga atau dance, tentunya RG bisa jadi wadah beraktivitas yang tepat dan positif.
  5. Pilihan aktivitas yang beragam dengan jadwal kelas yang cukup fleksibel. Seperti yang saya tulis di atas, pilihan kelasnya cukup variatif dan kita bisa pindah hari untuk jadwal kelasnya kapan pun bila berhalangan.
  6. Berada di dalam mal. Untuk yang tinggal di kota besar, tentunya hal ini sangat memudahkan karena lebih nyaman dan praktis. Sepulang dari RG, kita bisa sekalian jalan-jalan, cari makan atau berbelanja barang lainnya.

Poin Minus:

  1. Aktivitas kelas tertentu terasa monoton, contohnya Baby Dance. Lagu yang diputar dan gerakan dance-nya nyaris sama dari minggu ke minggu. Memang mungkin tujuannya supaya anak lebih familiar dan hapal, tapi untuk Calvin dan beberapa anak sepertinya jadi membosankan.
  2. Kelompok yang relatif besar sehingga membuat interaksi antara anak dan teman sebaya dan coach-nya nyaris tidak ada. Seolah-olah seperti datang, beraktivitas bersama, selesai dan lalu pulang masing-masing.
  3. Terikat kontrak selama 6 bulan. Bila dihentikan sebelum masanya, akan kena penalti bayaran ekstra.
  4. Tidak jauh beda dengan aktivitas anak di rumah. Dalam artian untuk orangtua yang punya banyak waktu menemani anaknya di rumah, tentunya juga tidak jauh-jauh dari menyanyi, dance dan lompat sana-sini

 

 

web-logo

 

 

 

BrainFit

Nah, kalau RG tadi berfokus pada pengembangan fisik, Brainfit (BF) ini berorientasi pada perkembangan otak anak. BF ini masih relatif baru alias belum banyak orang yang tahu, meskipun sebenarnya sudah ada di Jakarta dari tahun 2006. Mereka punya 3 kelas yang berdasarkan kategori usia, yaitu: BrainFit Baby (3 tahun ke bawah), BrainFit Junior (3-6 tahun) dan BrainFit Scholar (7-18 tahun).

Calvin sendiri pastinya masuk ke kelas BrainFit Baby, dong. Yang unik mereka tidak mengajarkan materi seperti TK konvensional, yaitu anak langsung diajarkan angka atau huruf. Melainkan anak diberikan materi yang dapat mengembangkan kemampuan otaknya sehingga anak dapat memahami angka atau huruf dengan sendirinya. Caranya cukup sederhana, yaitu lewat permainan flash card, story reading, visual memory (bermain puzzle),  dan sebagainya. Yang unik, anak juga distimulasi sensoriknya melalui pengenalan tekstur yang berbeda-beda dengan medium pasir, clay dan water beads.

Brainfit-99-768x512

Poin Plus:

  1. Memaksimalkan kemampuan otak anak dengan cara seperti bermain. Seperti yang sudah dibahas di atas, anak tidak langsung diajari angka atau huruf namun melalui permainan yang interaktif
  2. Karena masih tergolong baru, BF menawarkan banyak promo (walaupun menurut saya juga masih termasuk pricey)
  3. Jumlah anak sangat dibatasi di kelas, sehingga saya merasa interaksinya sangat dalam dan personal
  4. Anak didorong untuk bersikap lebih mandiri. Bahkan saat lunch break, anak dimotivasi untuk duduk dan makan sendiri, lho dari bekal yang dibawanya.
  5. Sarana edukasinya cukup lengkap, termasuk adanya pasir dan water beads untuk stimulasi sensorik anak

Poin Minus:

  1. Untuk anak yang tidak terbiasa bangun pagi (termasuk Calvin), jadwal masuk kelasnya jam 09.15 lumayan bikin orangtua dan gurunya ekstra sabar. Karena anak  masih gampang mengantuk atau minta sarapan duluan di kelas. Saya perhatikan beberapa anak lain juga seperti ini namun saya juga sepenuhnya menyadari bahwa jam masuk ini mungkin sudah dipertimbangkan baik-baik. Karena saya diinformasikan sebelumnya BF menerapkan jam masuk yang lebih siang, namun konsekuensinya saat mendekati jam pulang di atas jam 12.00, justru anak-anak lebih mudah cranky karena lapar atau mengantuk.
  2. Bila anak sakit atau sedang berhalangan, tetap akan dihitung bolos. Ya karena kita sudah bayar di awal dengan paket yang termasuk jumlah kedatangan, tentu saja ini jadi merugikan sekali, hiks…
  3. Anak diwajibkan mengenakan kaos kaki yang beralas karet di bagian bawahnya. Kebanyakan orangtua (termasuk saya) tentunya cenderung memakaikan kaos kaki yang biasa saja daripada beli lagi, nah padahal kaos kaki yang biasa itu justru licin bila dipakai untuk beraktivitas di atas lantai parkit. Alhasil beberapa anak jadi mudah terpeleset, untungnya guru di kelas lumayan pengertian dengan membolehkan anak melepas kaos kakinya. Menurut saya sebaiknya, anak dibebaskan saja tanpa kaos kaki yang penting kakinya bersih (pengantarnya saja yang wajib berkaos kaki), apalagi riset-riset sudah menunjukkan anak usia bayi dan balita justru disarankan untuk bertelanjang kaki saat beraktivitas untuk lebih menunjang perkembangan motorik dan sensoriknya.

 

Jadi Pilih Tempat Preschool yang Mana?

Demikian, Moms, ulasan singkat dari pengalaman pribadi saya. Semoga bermanfaat dan menambah wawasan untuk Moms yang ingin mencarikan tempat aktivitas preschool untuk Si Kecil, ya.

Untuk yang butuh informasi mengenai kedua tempat di atas, silahkan kunjungi situs mereka di bawah ini:

Rockstar Gym

BrainFit Indonesia