Blog

Emergency! Emergency!

Robocar Ancol 20

“Emergency! Emergency!…”

Wah, panggilan darurat apaan itu ya? Ooh, ternyata itu kode panggilan buat Si Poli dan Amber dari Serial Robocar Poli yang gemesin itu. Pas Liburan Lebaran kemarin saya berkesempatan mengajak Calvin buat nonton Live Show Robocar Poli di Pantai Lagoon, yang terletak di dalam kawasan wisata Ancol, Jakarta. Kebetulan juga memang Calvin lagi demen sama Robocar Poli dan sudah punya beberapa mainannya di rumah. Wah, so pasti Calvin seneng banget dong ya ketemu jagoannya?

Nah, untuk Moms yang mau nonton acara ini, catat ya tanggalnya hanya sampai 16 Juni 2019 saja, dengan dibagi menjadi dua sesi acara per harinya, yaitu pukul 14.30 dan 17.00 WIB. Karena durasi acaranya kurang lebih hanya sekitar 30 menitan saja, jadi better jangan sampai telat ya, datangnya! Oya, acara nonton Robocar ini gratis lho, cuma di akhir acara ada sesi meet & greet-nya yang berbayar.

Robocar Ancol 5

Ada apa aja sih acaranya? Sebelum acara dimulai, presenter-nya akan mengajak anak-anak untuk berkumpul. Lalu kita diajari bagaimana caranya memanggil Robocar Poli, yaitu lewat berseru-seru “Emergency! Emergency!”. Nah, kemudian muncullah kakak-kakak kece yang menyuguhkan modern dance untuk memanaskan suasana sambil diselingi pertunjukan drama yang memberikan pesan moral buat anak-anak.

Robocar Ancol 12

Setelah itu, barulah muncul jagoan yang ditunggu-tunggu semua anak-anak di tempat itu, eng… ing… eng, yaitu Poli (Robot Mobil Polisi) dan disusul Amber (Robot Mobil Ambulans). Mereka kemudian juga ikut menari atraktif sembari mengajak anak-anak untuk menirukan gaya mereka.

Robocar Ancol 14.jpg

Oya, disamping kanan panggung, juga ada booth Toys Kingdom yang eksklusif menjual berbagai merchandise dan mainan Robocar Poli dengan harga spesial diskon 20% all items! Wahhh, kapan lagi ya bisa beliin mainan favoritnya Calvin dengan harga diskon, coba?

Robocar Ancol 6.jpg

Akhirnya dua bocah di tengah pelukan saya ini anteng mendapat hadiahnya masing-masing, yaitu mobil-mobilan Poli untuk Calvin dan mobil-mobilan Amber buat Kiera. Nah, semua sama-sama senang dan puas, kan?

Robocar Ancol 7.jpg

Selesai acara, ada sesi meet & greet buat anak-anak dan orangtua yang mau berfoto bersama Poli dan Amber di atas panggung dengan cukup membayar Rp 50.000,- saja. Biaya tersebut sudah termasuk cetak foto ukuran 6R.

Terima kasih ya, buat Robocar Poli dan Taman Impian Jaya Ancol yang sudah mewujudkan impiannya Calvin!

Robocar Ancol 21

Love Yourself, Love Your Body!

Lighthouse Relationship 12.jpg

“Diet Always Starts Tomorrow”
(Anonymous)

Bener gak, hayoo? Ngaku deh, buat para wanita (termasuk saya) yang bertekad untuk diet dan harus menghadapi 1001 macam godaan yang bersliweran di depan mata.

Ini semua terjadi kebanyakan karena mindset yang keliru. Kita cenderung berpikir bahwa diet itu kondisi yang dipaksakan, menyiksa dan tidak enak. Maka saat menjalaninya, pikiran bawah sadar kita pun menjadi resistan, melawan balik dengan mencari-cari celah untuk selalu menggagalkan upaya diet tersebut. Dalam lingkup yang lebih luas, seringkali upaya diet ini juga berawal dari mindset yang keliru pula, misalnya kita mati-matian berdiet karena merasa diri kurang langsing, kurang cantik, kurang seksi, kurang ini-itu, dan kurang-kurang lainnya.

Karena merasa selalu kurang itulah, penerimaan diri kita (self-acceptance) kita juga semakin terkikis. Ujungnya kita merasa stres, depresi, kecewa terhadap diri sendiri maupun lingkungan, lalu melakukan penyangkalan dengan pelarian diri ke bentuk-bentuk yang berpotensi menyesatkan, misalnya clubbing, alkohol, drugs, seks bebas, atau menghasilkan perilaku gangguan ekstrim yang tidak sehat, seperti shopaholic, bulimia atau anoreksia.

Nah, di hari Jumat kemarin, pada tanggal 3 Mei 2019, saya berkesempatan menghadiri acara peluncuran dan bedah buku “In a Relationship with My Body” di Kopi Kalyan, Jakarta Selatan, yang ditulis secara khusus oleh Tim Psikologi dari LightHOUSE Indonesia dan Rahne Putri sebagai narasumber.

Lighthouse Relationship 1

Menjalin hubungan dengan tubuh saya? Weits, maksudnya apa ya ini? Kembali lagi seperti tulisan saya di atas, bahwa banyak kekeliruan terjadi diawali dari mindset yang keliru pula. Untuk itu, buku ini akan mengajak kita membenahi diri untuk memiliki mindset yang benar terhadap tubuh kita. Layaknya orang berpacaran, tentu kita memiliki mindset yang positif terhadap pasangan kita, bukan? Kita juga akan merasa nyaman dan menerima dia apa adanya, sembari berusaha memberikan yang terbaik untuknya, bukan? Itu juga yang akan terjadi bila kita “berpacaran” dengan tubuh kita sendiri.

Lighthouse Relationship 5

Self-love atau sikap mencintai dan menerima diri sendiri dapat mengakibatkan efek positif yang sangat dahsyat. Tim psikolog LightHOUSE Indonesia yang terdiri dari Tara De Thouars, Naomi Tobing dan Anindita Citra, menyusun sebuah workbook yang bertujuan untuk memperkenalkan diri kita pada tubuh kita sendiri dan potensi terbaik kita, serta mampu menerima diri apa adanya dan mencegah kita dari perilaku gangguan atau masalah makan.

Seperti halnya dalam diet, justru upaya tersebut harus dimulai dengan perasaan cinta dan penerimaan pada diri sendiri. Hal ini dikarenakan jika kita memulai sesuatu dengan perasaan cinta maka keputusan yang kita buat terhadap diri sendiri termasuk keputusan makan akan menjadi keputusan yang paling tepat. Sebaliknya jika kita memulai diet dengan perasaan marah, dendam dan tidak nyaman, maka akan menimbulkan konflik yang berkepanjangan tentang tubuh dan makan yang akan mengarahkan pada gangguan atau masalah makan.

Dalam penjelasannya mengenai self-love, Naomi Tobing selaku bagian dari tim psikolog LightHOUSE Indonesia menjelaskan bahwa self-love seringkali disalahartikan dengan mencintai diri sendiri dengan segala kekurangan dan kelebihannya. Padahal, self-love seharusnya tidak hanya merasakan perasaaan baik tentang tubuh, tetapi juga dengan mengapresiasi diri dengan membuat keputusan, melakukan usaha, dan memberikan yang terbaik bagi diri dan tubuh kita sendiri. Belajar mencintai diri sendiri dapat mengubah pandangan anda lebih positif terhadap lingkungan anda, mendorong anda melakukan kebiasaan yang baik, dan membuat anda memiliki kesehatan mental yang lebih baik.

Mencintai diri sendiri tidak sama dengan mengasihani diri sendiri. Ketika seseorang mencintai dirinya sendiri, orang tersebut akan melakukan yang terbaik untuk diri sendiri, sesuai dengan norma masyarakat dan juga akal sehat. Ketika seseorang menolak untuk mengikuti akal sehat meski sebenarnya tahu apa yang terbaik untuk dirinya sendiri, saat itulah seseorang berada dalam fase self pity dan denial.

Lighthouse Relationship 6

Dengan adanya buku ini, ketiga penulis berharap dapat menaikkan perasaan cinta terhadap diri sendiri agar dapat mengarahkan pembacanya untuk bisa membuat keputusan yang terbaik untuk diri sendiri. Di dalamnya, buku ini dibahas banyak aspek-aspek penting dalam diri sendiri yang dapat meningkatkan rasa percaya diri, mengatasi stress dan sumber masalah, belajar untuk menerima diri sendiri serta cara-cara yang sehat dan tepat agar dapat mengatasi gangguan makan.

Terakhir, Tara De Thouars mengatakan bahwa seseorang sebenarnya tidak perlu mengalami konflik terhadap makanan, karena tidak ada orang yang terlahir dengan gangguan makan. Before you have a good relationship with food, you have to have a good relationship with your body. Itulah salah satu kunci yang dapat mendukung seseorang mencapai tubuh ideal.

Lighthouse Relationship 9

Lighthouse Relationship 10

Oya, selain acara launching dan bedah buku, di acara ini para peserta juga dapat mencoba beberapa fasilitas Psychology Corner yang disediakan oleh LightHOUSE Indonesia seperti Behaviour Change Corner, Stress Thermometer, Self-Love Mirror dan BMI (Body Mass Index) Check, dimana semuanya memang disediakan sebagai fasilitas terpadu dalam Personalized Program dari LightHOUSE Indonesia.

Lighthouse Relationship 11

Seru banget ya! Di akhir acara, ketiga penulis melakukan penandatanganan buku “In a Relationship with My Body” sebagai simbol bahwa buku tersebut telah resmi diluncurkan. Saat ini buku tersebut sudah bisa dibeli langsung lho, di Klinik LightHOUSE Indonesia ataupun melalui kontak WhatsApp di +62812-8811500.

FullSizeRender_18-1024x576.jpg

Tentang LightHOUSE Indonesia

LightHOUSE Indonesia adalah klinik pionir dalam layanan kontrol berat badan dan kontur tubuh, untuk orang-orang yang berjuang dengan berat badan, pembentukan kontur tubuh dan nafsu makan berlebih, dengan menyediakan program yang mudah diikuti dan perawatan pendukung yang dibuat khusus dan menyentuh akar masalah.

Didirikan sejak 2004 oleh dr. Grace Judio-Kahl, MSc, MH, CHt, Dipl. AAAM, Klinik LightHOUSE kini sudah menangani lebih dari 45.000 pasien, dan menghilangkan lebih dari 50.000 kg berat badan. Klinik yang sudah mengantongi sertifikat ISO 9001:2015 ini memiliki delapan cabang di daerah Jabodetabek, yaitu di:

  1. Kebayoran Baru
  2. Cilandak
  3. Thamrin
  4. Sudirman
  5. BSD City
  6. Cibubur
  7. Pantai Indah Kapuk
  8. Kelapa Gading.

Dalam waktu dekat, LightHOUSE Indonesia juga akan segera membuka 2 klinik baru di Lotte Shopping Avenue, Jakarta Selatan dan di Surabaya, Jawa Timur. Wow!

Lighthouse Relationship 7.jpg

Tim SlimRight Expert kami yang terdiri dari dokter, ahli gizi, perawat, psikolog, hingga psikiater siap membuat program penurunan berat badan pasien kami menjadi lebih mudah dan menyenangkan. Selain program penurunan berat badan, LightHOUSE juga menyediakan treatment pembentukan tubuh menggunakan teknologi treatment tanpa jarum dan operasi. Klinik LightHOUSE juga memberikan konsultasi psikologi untuk dapat membantu pasien yang memiliki permasalahan eating behavior melalui program hipnoterapi, relaksasi, dan terapi tingkah laku kognitif.

Info detail mengenai program dari LightHOUSE Indonesia bisa diakses disini, ya:
Website: https://www.lighthouse-indonesia.com/
Instagram: @lighthouse_indo

Terima kasih untuk LightHOUSE Indonesia sudah memberikan pencerahan bagi para wanita Indonesia untuk mencintai diri sendiri!

FullSizeRender_6-1024x576.jpg

Love yourself, love your body!

Aktivitas Preschool untuk Toddler

Manfaat Preschool

Saat anak mulai memasuki usia toddler (balita), yaitu 2 tahun ke atas, tentu lazimnya kita sudah harus mulai mencari-cari aktivitas yang tepat untuk menunjang perkembangannya sebelum masuk usia sekolah formal, yaitu SD. Begitu juga dengan Calvin yang saat ini sudah menginjak usia 2 tahun 3 bulan, saya pun mulai mencarikan dia tempat beraktivitas bagi dirinya di usia prasekolah ini.

Setelah menimbang sana-sini, akhirnya saya memasukkan Calvin ke dua tempat, yaitu Rockstar Gym dan BrainFit. Jadi di artikel ini, saya sekalian akan coba mengulas poin-poin plus dan minus dari masing-masing berdasarkan pengalaman saya pribadi (tidak ada maksud untuk menjatuhkan pihak mana pun, ya).

 

rockstar

Rockstar Gym

Tempat apakah ini? Apa melatih anak jadi seorang rocker? Tapi kok ada embel-embel gym-nya? Bukan ya, Moms… dikutip langsung dari informasi di situs resminya, Rockstar Gym (RG) adalah One Stop Kids & Teens Physical Education. Pertama kali berdiri di Indonesia dari tahun 2004, buat ibu-ibu yang sering ngemal pasti tahu karena RG memang banyak ada di mal-mal besar. Edukasi fisik yang diberikan RG ini bertujuan untuk meningkatkan kepercayaan diri, social skill dan kebugaran tubuh anak. Ya boleh dibilang RG ini adalah tempat ngegym khusus balita, anak-anak dan remaja.

Kelas-kelas yang ada di RG menurut saya cukup beragam, mulai dari gymnastics, sports (basket & futsal), taekwondo, balet, modern dance, hingga yoga. Kelasnya pun ada yang buat untuk anak usia 1 tahun, lho! Intinya kurikulum pengajaran di RG ini sangat mengutamakan perkembangan fisik anak banget.

rockstar-gym-1466497544

Poin Plus:

  1. Melatih kemampuan motorik anak. Cocok banget buat anak yang sangat aktif atau untuk mendorong anak lebih aktif beraktivitas, ya karena memang yang diprioritaskan adalah olah fisiknya.
  2. Membuat anak lebih percaya diri di tengah kelompok besar. Meskipun dibatasi, tapi rata-rata jumlah anak di kelas lumayan banyak (paling sedikit saja sekitar 10 anak), jadi otomatis anak akan terbiasa beraktivitas di tengah banyak orang.
  3. Memperkuat bonding antara orangtua dan anak. Tidak ada cara bonding yang lebih baik dan seru dibandingkan kita ikut beraktivitas secara fisik dengan anak, bukan? Karena itu rugi besar kalau setiap kali anak ke RG selalu yang mendampingi adalah PRT / Babysitter-nya.
  4. Penyaluran bakat anak. Bila anak memang suka berolahraga atau dance, tentunya RG bisa jadi wadah beraktivitas yang tepat dan positif.
  5. Pilihan aktivitas yang beragam dengan jadwal kelas yang cukup fleksibel. Seperti yang saya tulis di atas, pilihan kelasnya cukup variatif dan kita bisa pindah hari untuk jadwal kelasnya kapan pun bila berhalangan.
  6. Berada di dalam mal. Untuk yang tinggal di kota besar, tentunya hal ini sangat memudahkan karena lebih nyaman dan praktis. Sepulang dari RG, kita bisa sekalian jalan-jalan, cari makan atau berbelanja barang lainnya.

Poin Minus:

  1. Aktivitas kelas tertentu terasa monoton, contohnya Baby Dance. Lagu yang diputar dan gerakan dance-nya nyaris sama dari minggu ke minggu. Memang mungkin tujuannya supaya anak lebih familiar dan hapal, tapi untuk Calvin dan beberapa anak sepertinya jadi membosankan.
  2. Kelompok yang relatif besar sehingga membuat interaksi antara anak dan teman sebaya dan coach-nya nyaris tidak ada. Seolah-olah seperti datang, beraktivitas bersama, selesai dan lalu pulang masing-masing.
  3. Terikat kontrak selama 6 bulan. Bila dihentikan sebelum masanya, akan kena penalti bayaran ekstra.
  4. Tidak jauh beda dengan aktivitas anak di rumah. Dalam artian untuk orangtua yang punya banyak waktu menemani anaknya di rumah, tentunya juga tidak jauh-jauh dari menyanyi, dance dan lompat sana-sini

 

 

web-logo

 

 

 

BrainFit

Nah, kalau RG tadi berfokus pada pengembangan fisik, Brainfit (BF) ini berorientasi pada perkembangan otak anak. BF ini masih relatif baru alias belum banyak orang yang tahu, meskipun sebenarnya sudah ada di Jakarta dari tahun 2006. Mereka punya 3 kelas yang berdasarkan kategori usia, yaitu: BrainFit Baby (3 tahun ke bawah), BrainFit Junior (3-6 tahun) dan BrainFit Scholar (7-18 tahun).

Calvin sendiri pastinya masuk ke kelas BrainFit Baby, dong. Yang unik mereka tidak mengajarkan materi seperti TK konvensional, yaitu anak langsung diajarkan angka atau huruf. Melainkan anak diberikan materi yang dapat mengembangkan kemampuan otaknya sehingga anak dapat memahami angka atau huruf dengan sendirinya. Caranya cukup sederhana, yaitu lewat permainan flash card, story reading, visual memory (bermain puzzle),  dan sebagainya. Yang unik, anak juga distimulasi sensoriknya melalui pengenalan tekstur yang berbeda-beda dengan medium pasir, clay dan water beads.

Brainfit-99-768x512

Poin Plus:

  1. Memaksimalkan kemampuan otak anak dengan cara seperti bermain. Seperti yang sudah dibahas di atas, anak tidak langsung diajari angka atau huruf namun melalui permainan yang interaktif
  2. Karena masih tergolong baru, BF menawarkan banyak promo (walaupun menurut saya juga masih termasuk pricey)
  3. Jumlah anak sangat dibatasi di kelas, sehingga saya merasa interaksinya sangat dalam dan personal
  4. Anak didorong untuk bersikap lebih mandiri. Bahkan saat lunch break, anak dimotivasi untuk duduk dan makan sendiri, lho dari bekal yang dibawanya.
  5. Sarana edukasinya cukup lengkap, termasuk adanya pasir dan water beads untuk stimulasi sensorik anak

Poin Minus:

  1. Untuk anak yang tidak terbiasa bangun pagi (termasuk Calvin), jadwal masuk kelasnya jam 09.15 lumayan bikin orangtua dan gurunya ekstra sabar. Karena anak  masih gampang mengantuk atau minta sarapan duluan di kelas. Saya perhatikan beberapa anak lain juga seperti ini namun saya juga sepenuhnya menyadari bahwa jam masuk ini mungkin sudah dipertimbangkan baik-baik. Karena saya diinformasikan sebelumnya BF menerapkan jam masuk yang lebih siang, namun konsekuensinya saat mendekati jam pulang di atas jam 12.00, justru anak-anak lebih mudah cranky karena lapar atau mengantuk.
  2. Bila anak sakit atau sedang berhalangan, tetap akan dihitung bolos. Ya karena kita sudah bayar di awal dengan paket yang termasuk jumlah kedatangan, tentu saja ini jadi merugikan sekali, hiks…
  3. Anak diwajibkan mengenakan kaos kaki yang beralas karet di bagian bawahnya. Kebanyakan orangtua (termasuk saya) tentunya cenderung memakaikan kaos kaki yang biasa saja daripada beli lagi, nah padahal kaos kaki yang biasa itu justru licin bila dipakai untuk beraktivitas di atas lantai parkit. Alhasil beberapa anak jadi mudah terpeleset, untungnya guru di kelas lumayan pengertian dengan membolehkan anak melepas kaos kakinya. Menurut saya sebaiknya, anak dibebaskan saja tanpa kaos kaki yang penting kakinya bersih (pengantarnya saja yang wajib berkaos kaki), apalagi riset-riset sudah menunjukkan anak usia bayi dan balita justru disarankan untuk bertelanjang kaki saat beraktivitas untuk lebih menunjang perkembangan motorik dan sensoriknya.

 

Jadi Pilih Tempat Preschool yang Mana?

Demikian, Moms, ulasan singkat dari pengalaman pribadi saya. Semoga bermanfaat dan menambah wawasan untuk Moms yang ingin mencarikan tempat aktivitas preschool untuk Si Kecil, ya.

Untuk yang butuh informasi mengenai kedua tempat di atas, silahkan kunjungi situs mereka di bawah ini:

Rockstar Gym

BrainFit Indonesia

Calvin Sudah Punya KTP, Loh!

Akta Lahir Calvin & KTP Anak

Eits, Calvin sudah punya KTP? Memangnya umur berapa?

Calvin tahun ini baru masuk usia 2 tahun 3 bulan, Moms. Lho, masa sih anak 2 tahun sudah punya KTP??? Faktanya memang begitu kok, karena sejak tahun 2016, pemerintah sudah menerapkan kebijakan KTP anak-anak untuk usia 0-17 tahun.

Jadi ceritanya, saya baru sempat mengurus akta kelahiran untuk Calvin (memang terlambat banget sih, seharusnya seminggu setelah anak lahir) ke kantor kelurahan. Nah, ternyata saat ini saya diinformasikan bahwa permohonan akta kelahiran tidak perlu lagi mesti ngurus ke Dinas Kependudukan & Catatan Sipil, melainkan cukup diurus di kelurahan saja. Lalu saya juga diberitahukan bahwa untuk pengurusan akta kelahiran juga otomatis akan sepaket dengan pembuatan KTP anak.

Tujuan & Manfaat KTP Anak

KTP anak atau nama resminya Kartu Identitas Anak (KIA) ini sebenarnya persis banget seperti KTP orang dewasa. Dibaliknya juga akan tercatat identitas anak yang lengkap, seperti:

  1. NIK (Nomor Induk Kependudukan)
  2. Nama Lengkap
  3. Tempat / Tanggal Lahir
  4. Jenis Kelamin & Golongan Darah
  5. No. KK (Kartu Keluarga)
  6. Nama Kepala Keluarga
  7. No. Akta Kelahiran
  8. Agama
  9. Kewarganegaraan
  10. Alamat (sesuai alamat yang tertera di KTP orangtua)

KIA ini dibagi menjadi 2 jenis, yaitu untuk anak usia 0-5 tahun dan 5-17 tahun. Kalau dari KIA yang saya terima untuk Calvin, masa berlakunya hanya 3 tahun.

Mengapa sih anak-anak pun sampai harus punya kartu identitas? Seberapa perlukah anak-anak punya “KTP” layaknya orang dewasa? Nah, justru menurut pemerintah, dengan adanya KIA ini, pengakuan, pendataan dan perlindungan negara kepada anak-anak akan lebih maksimal, selain juga untuk melatih masyarakat tertib beradministrasi sejak dini.

Karena selama ini anak-anak cenderung tidak punya pengenal identitas yang resmi (selain kartu sekolah dan akta kelahiran). Bagaimana bila seorang anak tidak bersekolah atau putus sekolah? Berarti dia tidak punya kartu sekolah dan juga tidak mungkin harus membawa akta kelahiran kemana-mana. Nah, disinilah KIA bisa berperan menjadi kartu identitas resmi anak yang mudah dibawa kemana-mana.

Kabarnya sih, KIA ini nantinya juga punya legalitas untuk anak masuk sekolah, buka rekening di bank, beli tiket khusus anak, dan sebagainya. Bahkan diwacanakan kalau KIA ini nantinya juga bisa menjadi “kartu diskon” untuk menikmati fasilitas umum, layaknya dulu “KTP Manula”.

Syarat Pembuatan KTP Anak

1. Bagi anak yang baru lahir KIA akan diterbitkan bersamaan dengan penerbitan akta kelahiran

2. Bagi anak yang belum berusia 5 tahun tapi belum memiliki KIA harus memenuhi persyaratan sebagai berikut:

  • Fotocopy akta kelahiran dan menunjukkan akta kelahiran yang asli
  • KK asli orangtua/wali
  • KTP asli kedua orangtua/wali

3. Bagi anak yang telah berusia 5 tahun, persyaratannya sebagi berikut:

  • Fotocopy akta kelahiran dan menunjukkan akta kelahiran yang asli
  • KK asli orangtua/wali
  • KTP asli kedua orangtua/wali
  • Pas foto anak berwarna ukuran 2×3 sebanyak dua lembar.

Jadi Moms, sudah bikin KIA belum buat Si Kecil? Kalau belum, yuk bikin untuk legalitas identitas dan perlindungannya. Tidak dipungut biaya sama sekali kok alias GRATIS… TIS… TIS!

Be Glowing and Make the World C You!

Vitacimin 2

Pada hari Sabtu tanggal 16 Maret 2019 kemarin, saya berkesempatan diundang menghadiri acara Blogger Gathering bersama Vitacimin di Gedung Tempo, Palmerah, Jakarta Barat. Moms tentunya pasti sudah tahu apa itu Vitacimin, bukan? Waktu zaman masih kecil pun, saya tahunya kalau minum vitamin C ya pasti Vitacimin… Ya, saking sudah begitu lama dikenalnya merek Vitacimin di masyarakat Indonesia (buat yang belum tahu, Vitacimin pertama kali dikenal di Indonesia sejak tahun 1971).

Tapi kali ini, pihak Takeda Indonesia selaku produsen Vitacimin tidak mengangkat varian produk terkenalnya dengan kemasan warna kuning dan hijau yang sudah melegenda itu ya, melainkan memperkenalkan inovasi varian terbarunya yaitu Vitacimin White & Nutriglow. Wow… Apa ya manfaat dan bedanya dari Vitacimin yang biasa?

Vitacimin 6

Sebelum itu, kita kembali sejenak yuk, ke tema acara gathering di atas yang bertajuk “Healthy Woman, Healthy Life”. Terinspirasi dari situasi pada saat ini dimana peran wanita modern terlihat sangat aktif dalam berbagai bentuk gaya hidup urban, mulai dari kehidupan pribadi, sosial, hingga tuntutan wanita karir dalam dunia kerja, maka banyaknya peran yang harus dijalani seringkali membuat wanita menjadi kelelahan baik secara fisik maupun mental. Akibatnya keseimbangan hidup wanita modern menjadi mudah terganggu.

Kunci untuk menjaga hidup yang seimbang terletak pada kemampuan seorang wanita membagi waktu dengan efisien dan komitmennya dalam menjaga kesehatan. Pembagian waktu yang tepat akan memastikan semua kewajiban pekerjaan terlaksana tanpa terlewatkan. Sedangkan kesehatan tubuh yang prima akan menunjang kelancaran aktivitas dalam menjalani semua peran tersebut. Dua hal utama yang bisa kita lakukan untuk menjaga kesehatan tubuh adalah melalui pola makan yang sehat dan mengkonsumsi Vitamin C. Nah, dalam hal inilah, Vitacimin turut berkontribusi menjaga kesehatan para wanita dan masyarakat Indonesia secara umum melalui hadirnya produk-produk Vitamin C yang berkualitas dan terjangkau.

Vitacimin White & Nutriglow sendiri adalah produk Vitamin C Plus dengan kombinasi unik dan formula tepat yang dikembangkan dan diproduksi Takeda Healthcare Products Co., Ltd., Kyoto Japan. Kedua varian produk terbaru Vitacimin ini sejatinya merupakan suplemen makanan dalam bentuk tablet berlapis gula yang praktis untuk memenuhi kebutuhan Vitamin C Plus untuk rutinitas sehari-hari dan direkomendasikan untuk wanita aktif berusia 25-55 tahun yang ingin lebih sehat dan segar terawat. Wah, saya dan teman-teman yang hadir di acara gathering ini jadi makin tertarik untuk tahu lebih banyak!

Vitacimin 3

Healthy Woman, Healthy Life Gathering

Acara gathering ini sendiri menghadirkan 3 narasumber, yaitu Ibu Ratu Evelien sebagai Brand Manager CHC Takeda, Ibu Intan Erlita, M.Psi. sebagai Psikolog dan Ibu Putri Caya sebagai Influencer.

Vitacimin 9

Apa saja yang dibahas? Banyak banget… Tentunya berbagi pengalaman dan tips praktis menjadi wanita modern untuk menjalani kehidupan yang sehat dan seimbang. Selain itu, di akhir acara, kita juga diajak mengikuti sesi Healthy Cooking Workshop dari Berrykitchen bersama Chef Hendrik Lie yang menyajikan tips memasak sehat menu Overnight Oat dan Chicken Salad dengan tetap lezat menggoda.

Vitacimin 11

Setiap peserta acara yang hadir juga mendapatkan tabloid Bintang terbaru sebagai official media partner yang menampilkan “Dilan & Milea” di sampul depannya. Waduh, jadi selesai icip-icip masakan sehat, bisa duduk nyantai sambil baca berita-berita kekinian juga nih bersama tabloid Bintang.

Vitacimin 7.jpg

Nah, sekarang kita kenalan lebih dekat yuk, dengan produk Vitacimin White & Nutriglow yang sudah bikin saya dan teman-teman penasaran di awal acara. Sebenarnya produk apa sih ini? Apa bedanya dari produk Vitacimin yang sudah lebih dulu ada di pasaran?

Vitacimin White

nutriglow-white-productDari namanya, pasti banyak yang salah kaprah mengira bahwa produk Vitacimin yang ini merupakan suplemen pemutih kulit. Sayangnya bukan ya, MomsVitacimin White bukan untuk memutihkan kulit namun juga bukan produk Vitamin C biasa karena kandungannya lebih komplit dengan 5 bahan: Vitamin C, Vitamin E, Vitamin B2, L-Cysteine dan Vitamin B5 (Pantothenate).

Meski tidak untuk memutihkan kulit, kandungan Vitamin C dan Vitamin E dalam Vitacimin White bersifat antioksidan sehingga dapat menangkal efek radikal bebas. L-Cysteine sendiri diketahui penting untuk membantu pembentukan kolagen yang menjaga elastisitas dan tekstur kulit. Selain itu, bersama Vitamin C dan Vitamin E, L-Cysteine juga dapat membantu mengurangi efek pigmentasi pada kulit akibat sinar ultraviolet. Sedangkan Vitamin B5 (Pantothenate) dapat membantu menjaga kelembaban kulit. Karena itu Vitacimin White ini cocok dikonsumsi oleh wanita yang sering beraktivitas di luar ruangan.

Vitacimin White ini gampang dikenali dari kemasannya yang berwarna putih dan biru, serta tersedia dalam 2 macam, yaitu Vitacimin White 30s (berisi 3 alubag) dan Vitacimin White 10s (berisi 1 alubag).

Vitacimin Nutriglow

nutriglow-red-product.pngNah, kalau kandungan Vitacimin Nutriglow lebih lengkap lagi dengan 6 bahan: Vitamin C, Biotin, Vitamin B6, Vitamin B2, L-Cysteine dan Nicotinamide (Vitamin B3). Selain dapat memenuhi kebutuhan tubuh akan Vitamin C, kandungan Biotin membantu metabolisme karbohidrat, lemak dan protein, serta menjaga kesehatan kulit, rambut, mata dan jantung. Lalu Vitamin B6 dapat melindungi kekebalan tubuh, Vitamin B2 dapat juga berfungsi sebagai antioksidan, serta Nicotinamide (Vitamin B3) membantu memperbaiki kulit yang berkeriput. Karena itu Vitacimin Nutriglow ini cocok dikonsumsi oleh wanita yang sering beraktivitas di dalam ruangan yang ber-AC.

Dari segi kemasan, Vitacimin Nutriglow ini gampang dikenali dari warnanya yang putih dan merah, serta tersedia dalam 2 macam, yaitu Vitacimin Nutriglow 30s (berisi 3 alubag) dan Vitacimin Nutriglow 10s (berisi 1 alubag).

Be Glowing & Make the World C You!

Jadi sudah tahu kan sekarang bedanya Vitacimin White & Nutriglow dengan Vitacimin yang biasa? Vitacimin White & Nutriglow memang dirancang secara khusus untuk kebutuhan wanita urban yang produktif. Oya, Vitacimin White & Nutriglow ini sudah mendapatkan sertifikasi BPOM RI (Badan Pengawas Obat dan Makanan) lho, jadi jangan diragukan lagi soal keamanannya, ya!

Lebih pilih yang mana, Moms? Yang pasti Vitacimin White dan Vitacimin Nutriglow sama-sama dipersembahkan untuk menunjang aktivitas wanita modern supaya selalu sehat dan seimbang dalam hidupnya. So, be glowing and make the world C you!

Vitacimin 10

Terima kasih Vitacimin sudah menyediakan tempat dan waktu bagi kami untuk dapat lebih mengenali serta menggali potensi kami lebih dalam lagi. Ingin tahu lebih banyak tentang Vitacimin dan Tabloid Bintang? Yuk, kunjungi dan follow akun mereka, Moms!

Instagram: @vitaciminid
Website: www.vitacimin.com
Instagram: @tabloidbintang

Ketika Testis Anak Tidak Turun

Calvin RSPI 1

Testis tidak turun? Waduh, apalagi tuh? Sebagai seorang ibu yang awam, tentu saya sangat kaget sekali waktu mendengar Calvin didiagnosis seperti itu. Karena sepanjang pengamatan saya, Calvin tetap terlihat sehat, aktif bermain dan tidak menunjukkan tanda-tanda kesakitan di area genitalnya, kok tiba-tiba bisa dibilang ada kelainan di testisnya?

Jadi cerita awalnya begini, Moms… Sewaktu Calvin berusia setahun lebih, saya berniat memberinya vaksin Japanese Enchephalitis yang di tahun 2017 lagi happening di kalangan ibu-ibu. Berhubung saat itu vaksin tersebut di RS dsa-nya Calvin sedang out of stock, maka saya pun mendatangi ke RS lain. Sebelum divaksin, tentunya Calvin diperiksa dulu secara fisik oleh dokter yang akan memberinya vaksin.

Nah, saat beliau memeriksa bagian skrotum (kantong zakar), tiba-tiba dia bilang, “Kok, ini testisnya belum turun ke kantongnya, ya?” Jleb! Saya seolah disambar petir di siang hari bolong sambil diam mematung, pura-pura salah dengar atau dokternya yang salah ngomong. Si dokter memeriksa lagi lebih teliti, lalu kembali mengulangi pernyatannya, “Bener Bu, ini dua-duanya testisnya belum turun ke tempatnya. Nanti pas kontrol ke dsa-nya Calvin, tolong diperiksa lebih detail saja, Bu.”

Akhirnya sewaktu kontrol ke dsa-nya Calvin, langsung saja saya dan suami meminta beliau memeriksa bagian testisnya Calvin dan kemudian setelah dipegang-pegang, dsa-nya Calvin juga menyatakan memang kedua testis Calvin belum turun sempurna. Namun untuk hasil pemeriksaan yang lebih akurat, beliau menyarankan kami untuk membawa Calvin ke dokter spesialis urologi anak.

Undescended Testicle (UT)

undescendedTestA-415x233-esIL

Jadi gini, Moms… Kasus testis anak tidak turun (undescended testicle / UT) atau dalam istilah medisnya cryptorchidism, adalah kondisi dimana testis tidak turun sempurna ke dalam kantong skrotum (zakar). Jadi dalam kasus UT, posisi testis masih ada di area perut atau saluran inguinal canal. Normalnya, testis anak akan turun di usia 3-8 bulan pertamanya. Bila sudah lewat usia setahun, kemungkinan testisnya masih bisa turun sangat kecil sekali. Menurut penelitian, kasus UT ini kerap dialami 30% bayi laki-laki yang lahir prematur dan sekitar 5% bayi laki-laki yang lahir cukup bulan. Calvin sendiri sebenarnya lahir dengan berat badan normal dan cukup bulan, tapi ternyata bisa mengalami UT. Sampai saat ini dokter belum mengetahui pasti penyebab terjadinya UT. Ada dugaan penyebabnya karena faktor hormon ataupun keturunan.

Apa gejalanya UT?
Kondisi UT nyaris tidak memiliki gejala apa pun karena anak akan terlihat sehat dan aktif bermain seperti biasa. Kondisi UT baru dapat dideteksi saat kita meraba bagian skrotum (kantong zakar) ataupun melalui proses pemeriksaan USG untuk hasil yang akurat. Pada kasus Calvin sendiri, bagian di atas genitalnya memang terlihat menggembung, hanya saja saya tidak pernah kepikiran aneh-aneh karena saya kira itu normal terjadi pada anak laki-laki usia balita.

Apakah Bahaya bila Testis Tidak Turun?
Segala sesuatu yang tidak pada tempatnya pasti berpotensi menimbulkan risiko. Demikian juga dengan kasus UT, testis anak yang tidak ada di kantongnya akan menimbulkan risiko serius, yaitu:

  1. Gangguan Kesuburan
    Karena testis berada di area perut yang suhunya lebih panas daripada suhu kantong zakar yang normal, maka pembentukan sperma bisa terganggu. Jadi saat anak mencapai usia pubertas hingga dewasa, tingkat kesuburannya akan menurun bahkan rusak sama sekali. Karena itu disarankan operasi UT dilakukan sebelum anak menginjak usia 2 tahun supaya risiko kerusakan testis semakin diminimalisir.
  2. Menjadi Tumor
    Testis yang berada di luar posisi normalnya akan berpotensi menjadi sel ganas atau tumor yang terus tumbuh membesar.

Lalu apa solusinya bila anak didiagnosis terkena UT?
Secara medis, hanya ada dua solusi yang ditawarkan untuk mengatasi UT yaitu:

  • Terapi Hormon
    Pemberian hormon chrionic gonadotropin (HCG) pada saat anak berusia 6-12 bulan bisa membantu testis turun ke posisi normal. Tapi menurut dokter, tingkat keberhasilan suntik hormon ini hanya 50:50 dan tidak bisa dilakukan 1-2 kali saja. Bahkan ada kasus dimana anak yang sudah disuntik hormon HCG beberapa kali akhirnya juga harus melewati proses bedah untuk penurunan testisnya.
  • Operasi
    Penurunan testis melalui bedah operasi dilakukan untuk menempatkan testis anak pada posisi seharusnya di dalam skrotum.

Menyimak penjelasan di atas, awalnya saya sempat ingin minta second opinion ke beberapa dokter urologi, namun semua dokter pun juga menyarankan solusi yang sama yaitu operasi. Gleg… Kita orang awam kalau mendengar kata “operasi” pasti yang terbayang yang serem-serem, apalagi yang akan menjalani ini masih anak usia 2 tahun, rasanya pasti enggak tega banget, Moms…

Tapi semua dokter berusaha menenangkan saya sembari memberi penjelasan mengenai gambaran operasi penurunan testis ini sebagai berikut:

  1. Dampak dan Risikonya Lebih Besar bila Tidak Dioperasi
    Bila kondisi UT tetap dibiarkan, dampak dan risiko ke depannya justru lebih besar. Tentu saya akan menyesal bila pada saat dewasa nanti, Calvin akan mengalami dampak kesehatan yang fatal hanya gara-gara pilihan saya yang keliru tidak mau kondisi testisnya segera ditangani.
  2. Operasi Kecil
    Dokter mengatakan bahwa ini adalah operasi kecil yang bahkan si anak bisa langsung pulang bila semuanya baik-baik saja. Bahkan si dokter sempat berkelakar kalau kasus UT untuk dokter urologi ini udah kayak santapan sehari-hari.
  3. Operasi Terencana
    Meskipun prinsipnya operasi UT dilakukan semakin cepat akan semakin baik. Tapi operasi ini juga tidak bersifat mendesak dan tiba-tiba, jadi saya bisa punya waktu mempersiapkan dana ataupun membicarakan dahulu dengan keluarga.
  4. Efektif dan Permanen
    Operasi penurunan testis ini dijamin 100% efektif dan permanen.

Akhirnya setelah berdiskusi dengan suami, saya pun memantapkan diri untuk mengambil opsi operasi di RSPI Pondok Indah dengan dokter spesialis urologi, Arry Rodjani. Berhubung tanggal operasinya sudah menjelang akhir tahun (28 Desember 2018), lumayan kejar-kejaran juga dengan jadwal cuti dokter. Apalagi sebelumnya jadwal operasinya sudah diundur seminggu karena Calvin sempat kena batuk. Kata suster RS, kalau anak akan dioperasi harus sehat, tidak boleh batuk atau pilek karena bisa menurunkan daya tahan tubuhnya.

Calvin RSPI 8

Akhirnya pas hari H, dimana Calvin dapat jadwal operasi jam 19.30 malam, dia diwajibkan untuk puasa minimal 6 jam, yang artinya jam 13.30, Calvin sudah enggak boleh makan, minum atau menyusu. Duh, Moms bisa bayangin gak sih, anak 2 tahun harus puasa 6 jam? Saya bahkan sampai tidak tega waktu lihat dia nangis-nangis pengen makan dan minum susu. Akhirnya sekitar jam 4 sore, setelah saya terus-menerus nanya ke suster yang juga nego ke dokter, Calvin diizinkan minum susu maksimal 120 ml. Setelah menyusu dan agak tenang, Calvin pun lanjut main deh di playground RS.

Menjelang jam 19.30 malam, Calvin mulai dibersihkan badannya oleh suster pakai lap, kemudian diganti popok dan dipakaikan pakaian khusus. Lalu selanjutnya masuk ruang operasi dimana Calvin menjalani proses anestesi inhalasi (uap). Lagi-lagi enggak tega ngeliat dia nangis-nangis waktu diberikan masker bius, tapi ya untungnya enggak lama dia langsung tertidur. Setelah itu, saya dan suami diminta keluar dan menunggu di ruang tunggu hingga operasi selesai.

Operasi

Saat operasi sudah dinyatakan selesai, saya dipanggil masuk untuk menemani Calvin hingga terbangun. Duh, rasanya trenyuh ngeliat muka imutnya yang masih tertidur pasca operasi, lengkap dengan selang oksigennya. Tapi mau gimana lagi ya nak… Ini semua demi kebaikan kamu ya, sayang. Di samping ranjang, saya melihat ada lembar Bravery Certificate dari RSPI yang menyatakan kalau Calvin sudah menjadi anak pemberani yang lulus melewati proses operasi. Yeay! You are officially a brave kid, son!

Calvin RSPI 10.jpg

Kemudian setelah efek biusnya berkurang, Calvin mulai siuman dan ya pasti nangis-nangis dong sambil tetap merem. Saya pun kemudian diperbolehkan suster untuk menggendongnya sebelum kembali ke kamar RS untuk beristirahat. Oya, pasca operasi, tangan Calvin harus diinfus dulu selama semalam untuk pemberian obat anti nyeri.

Nah, besoknya setelah selang infusnya dilepas, nih Si Kucril udah mulai aktif lagi, main ke sana kemari 😀

Bontoy 7

Biaya Operasi Penurunan Testis
Sebenarnya biaya operasi ini pasti bervariasi ya, Moms karena penghitungan biaya pasti tergantung dari banyak faktor, seperti misalnya rate dokternya, rumah sakitnya, jenis kamarnya, obat-obatan yang dipakai, lama inapnya, masa observasi atau visit dokter, dan sebagainya.

Tapi sebagai gambaran, untuk operasinya Calvin di RSPI Pondok Indah selama 2 malam dengan kamar VIP khusus anak sebesar Rp 48 juta. Lho kok 2 malam? Katanya ini operasi kecil yang sehari udah boleh pulang? Betul, tapi untuk Calvin diminta 2 malam karena menurut dokter Arry perlu masa observasi semalam gara-gara baru sembuh dari batuk.

Demikian Moms, sharing dari saya mengenai kasus UT ini, semoga bisa bermanfaat dan menambah wawasan bagi kita semua. Untuk Moms yang punya anak laki-laki berusia 1 tahun ke bawah, ada baiknya perlu diperiksa bagian testisnya untuk mengantisipasi terjadinya kondisi UT ini. Bila kurang yakin dengan pemeriksaan sendiri, sangat disarankan untuk diperiksakan ke dokter yang tentunya lebih kompeten.

 

Deteksi Dini Down Syndrome Saat Hamil dengan NIPT

FullSizeRender_22-665x435

Setiap ibu hamil pastinya mengharapkan bayinya akan terlahir dengan normal dan sehat tanpa ada kekurangan apa pun. Namun bagaimana bila seorang ibu mendapati bayinya terlahir dengan kebutuhan khusus (down syndrome)? Apakah hal ini bisa dicegah? Adakah cara untuk mendeteksinya sejak dini?

Nah, kebetulan pas banget ini Moms, pada tanggal 2 Desember lalu, PT Cordlife Indonesia mengadakan talkshow di acara IMBEX 2018 (Indonesia Maternity Baby Kids Expo) yang mengangkat tema ““Deteksi Dini Kelainan Kromosom dan Pengasuhan Anak dengan Sindroma Down”.  Tujuan dari talkshow ini adalah untuk memberikan edukasi kepada seluruh ibu khususnya bagi ibu yang sedang mengandung untuk mengetahui betapa pentingnya screening / deteksi kehamilan pada trimester pertama dan memberikan edukasi kepada ibu yang memiliki anak dengan down syndrome.

FullSizeRender3-1024x576

Pada talkshow ini, Dr. Meriana Virtin yang hadir sebagai narasumber menerangkan bahwa down syndrome terjadi karena kelainan kromosom pada bayi. Diperkirakan dari angka 16 kelahiran bayi di Indonesia, 1 diantaranya mengalami kelainan kromosom. Untuk itulah pemeriksaan deteksi dini mengenai kelainan kromosom pada ibu hamil ini dirasa sangat penting agar calon orangtua dapat mengetahui kondisi bayinya sejak awal. Saat ini sudah tersedia teknologi NIPT (Non-Invasive Prenatal Test) yang dapat mendeteksi dini kelainan kromosom bayi saat masih di dalam kandungan. NIPT merupakan pemeriksaan yang tidak membahayakan janin serta dapat mendeteksi kelainan kromosom dengan tingkat akurasi 99%.

kromosom

Dr. Meriana menjelaskan bahwa jumlah kromosom manusia secara normal adalah 46. Bila jumlahnya kurang atau lebih dari 46, akan memunculkan kelainan yang berakibat pada down syndrome. Berikut adalah fakta-fakta mengenai kelainan kromosom ini:

  1. Kelainan kromosom tidak dapat dicegah, terjadi secara acak dan tidak berhubungan secara langsung dengan asupan gizi yang dikonsumsi ibu saat hamil.
  2. Kelainan kromosom bukan karena faktor keturunan, jadi bukan kesalahan dari pihak ayah ataupun ibu.
  3. Ibu yang hamil di usia > 35 tahun memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami kelainan kromosom pada bayi (1 : 350), namun tidak menutup kemungkinan bahwa risiko ini juga bisa terjadi pada Ibu Hamil yang berusia di bawah 35 tahun.

Meskipun ternyata down syndrome tidak dapat dicegah, tapi hal ini dapat dideteksi sejak awal dengan pemeriksaan NIPT seperti yang disebutkan di atas. Dengan pendeteksian sejak dini, bilamana seorang ibu dinyatakan positif mengandung janin yang mengalami gejala down syndrome, maka diharapkan ibu dapat mempersiapkan diri lebih baik untuk menerima kehadiran Sang Buah Hatinya.

Di event talkshow ini juga dihadirkan Ibu Olivia Maya sebagai perwakilan dari POTADS (Persatuan Orangtua dengan Anak Down Syndrome) dan Ibu Maylani Wiaji sebagai klien Cordlife Indonesia yang mengasuh Sang Buah Hati dengan kebutuhan khusus. Ibu Maylani berpesan kepada para orangtua yang mempunyai anak dengan down syndrome untuk tidak putus asa dan segera mempersiapkan masa depan anak. Karena dengan dukungan dan bimbingan orangtua, keluarga dan masyarakat, anak dengan down syndrome tetap dapat hidup mandiri.

Cordlife Indonesia sendiri juga menyediakan pemeriksaan NIPT yang merupakan tes awal kehamilan untuk mengetahui kelainan kromosom bawaan pada bayi dan MetaScreen™ sebagai deteksi kelainan metabolisme bawaan pada bayi baru lahir dimana proses screening ini tidak menggunakan pengambilan darah melainkan menggunakan urine bayi sehingga tidak akan menyakiti Buah Hati.

Jika Moms berniat untuk melakukan pemeriksaan NIPT, dapat menghubungi Cordlife Indonesia pada :
Email : info@id.cordlife.com
Customer Service Hotline : +62 21-83797424 / +62 813-8060-5508
Website : www.cordlife.co.id