Blog

Ketika Testis Anak Tidak Turun

Calvin RSPI 1

Testis tidak turun? Waduh, apalagi tuh? Sebagai seorang ibu yang awam, tentu saya sangat kaget sekali waktu mendengar Calvin didiagnosis seperti itu. Karena sepanjang pengamatan saya, Calvin tetap terlihat sehat, aktif bermain dan tidak menunjukkan tanda-tanda kesakitan di area genitalnya, kok tiba-tiba bisa dibilang ada kelainan di testisnya?

Jadi cerita awalnya begini, Moms… Sewaktu Calvin berusia setahun lebih, saya berniat memberinya vaksin Japanese Enchephalitis yang di tahun 2017 lagi bikin heboh dunia ibu-ibu. Berhubung saat itu vaksin tersebut di RS dsa-nya Calvin sedang out of stock, maka saya pun mendatangi ke RS lain. Sebelum divaksin, tentunya Calvin diperiksa dulu secara fisik oleh dokter yang akan memberinya vaksin.

Nah, saat beliau memeriksa bagian skrotum (kantong zakar), tiba-tiba dia bilang, “Kok, ini testisnya belum turun ke kantongnya, ya?” Jleb! Saya seolah disambar petir di siang hari bolong sambil diam mematung, pura-pura salah dengar atau dokternya yang salah ngomong. Si dokter memeriksa lagi lebih teliti, lalu kembali mengulangi pernyatannya, “Bener Bu, ini dua-duanya testisnya belum turun ke tempatnya. Nanti pas kontrol ke dsa-nya Calvin, tolong diperiksa lebih detail saja, Bu.”

Akhirnya sewaktu kontrol ke dsa-nya Calvin, langsung saja saya dan suami meminta beliau memeriksa bagian testisnya Calvin dan kemudian setelah dipegang-pegang, dsa-nya Calvin juga menyatakan memang kedua testis Calvin belum turun sempurna. Namun untuk hasil pemeriksaan yang lebih akurat, beliau menyarankan kami untuk membawa Calvin ke dokter spesialis urologi anak.

Undescended Testicle (UT)

undescendedTestA-415x233-esIL

Jadi gini, Moms… Kasus testis anak tidak turun (undescended testicle / UT) atau dalam istilah medisnya cryptorchidism, adalah kondisi dimana testis tidak turun sempurna ke dalam kantong skrotum (zakar). Jadi dalam kasus UT, posisi testis masih ada di area perut atau saluran inguinal canal. Normalnya, testis anak akan turun di usia 3-8 bulan pertamanya. Bila sudah lewat usia setahun, kemungkinan testisnya masih bisa turun sangat kecil sekali.¬†Menurut penelitian, kasus UT ini kerap dialami 30% bayi laki-laki yang lahir prematur dan sekitar 5% bayi laki-laki yang lahir cukup bulan. Calvin sendiri sebenarnya lahir dengan berat badan normal dan cukup bulan, tapi ternyata bisa mengalami UT. Sampai saat ini dokter belum mengetahui pasti penyebab terjadinya UT. Ada dugaan penyebabnya karena faktor hormon ataupun keturunan.

Apa gejalanya UT?
Kondisi UT nyaris tidak memiliki gejala apa pun karena anak akan terlihat sehat dan aktif bermain seperti biasa. Kondisi UT baru dapat dideteksi saat kita meraba bagian skrotum (kantong zakar) ataupun melalui proses pemeriksaan USG untuk hasil yang akurat. Pada kasus Calvin sendiri, bagian di atas genitalnya memang terlihat menggembung, hanya saja saya tidak pernah kepikiran aneh-aneh karena saya kira itu normal terjadi pada anak laki-laki usia balita.

Apakah Bahaya bila Testis Tidak Turun?
Segala sesuatu yang tidak pada tempatnya pasti berpotensi menimbulkan risiko. Demikian juga dengan kasus UT, testis anak yang tidak ada di kantongnya akan menimbulkan risiko serius, yaitu:

  1. Gangguan Kesuburan
    Karena testis berada di area perut yang suhunya lebih panas daripada suhu kantong zakar yang normal, maka pembentukan sperma bisa terganggu. Jadi saat anak mencapai usia pubertas hingga dewasa, tingkat kesuburannya akan menurun bahkan rusak sama sekali. Karena itu disarankan operasi UT dilakukan sebelum anak menginjak usia 2 tahun supaya risiko kerusakan testis semakin diminimalisir.
  2. Menjadi Tumor
    Testis yang berada di luar posisi normalnya akan berpotensi menjadi sel ganas atau tumor yang terus tumbuh membesar.

Lalu apa solusinya bila anak didiagnosis terkena UT?
Secara medis, hanya ada dua solusi yang ditawarkan untuk mengatasi UT yaitu:

  • Terapi Hormon
    Pemberian hormon chrionic gonadotropin (HCG) pada saat anak berusia 6-12 bulan bisa membantu testis turun ke posisi normal. Tapi menurut dokter, tingkat keberhasilan suntik hormon ini hanya 50:50 dan tidak bisa dilakukan 1-2 kali saja. Bahkan ada kasus dimana anak yang sudah disuntik hormon HCG beberapa kali akhirnya juga harus melewati proses bedah untuk penurunan testisnya.
  • Operasi
    Penurunan testis melalui bedah operasi dilakukan untuk menempatkan testis anak pada posisi seharusnya di dalam skrotum.

Menyimak penjelasan di atas, awalnya saya sempat ingin minta second opinion ke beberapa dokter urologi, namun semua dokter pun juga menyarankan solusi yang sama yaitu operasi. Gleg… Kita orang awam kalau mendengar kata “operasi” pasti yang terbayang yang serem-serem, apalagi yang akan menjalani ini masih anak usia 2 tahun, rasanya pasti enggak tega banget, Moms…

Tapi semua dokter berusaha menenangkan saya sembari memberi penjelasan mengenai gambaran operasi penurunan testis ini sebagai berikut:

  1. Dampak dan Risikonya Lebih Besar bila Tidak Dioperasi
    Bila kondisi UT tetap dibiarkan, dampak dan risiko ke depannya justru lebih besar. Tentu saya akan menyesal bila pada saat dewasa nanti, Calvin akan mengalami dampak kesehatan yang fatal hanya gara-gara pilihan saya yang keliru tidak mau kondisi testisnya segera ditangani.
  2. Operasi Kecil
    Dokter mengatakan bahwa ini adalah operasi kecil yang bahkan si anak bisa langsung pulang bila semuanya baik-baik saja. Bahkan si dokter sempat berkelakar kalau kasus UT untuk dokter urologi ini udah kayak santapan sehari-hari.
  3. Operasi Terencana
    Meskipun prinsipnya operasi UT dilakukan semakin cepat akan semakin baik. Tapi operasi ini juga tidak bersifat mendesak dan tiba-tiba, jadi saya bisa punya waktu mempersiapkan dana ataupun membicarakan dahulu dengan keluarga.
  4. Efektif dan Permanen
    Operasi penurunan testis ini dijamin 100% efektif dan permanen.

Akhirnya setelah berdiskusi dengan suami, saya pun memantapkan diri untuk mengambil opsi operasi di RSPI Pondok Indah dengan dokter spesialis urologi, Arry Rodjani. Berhubung tanggal operasinya sudah menjelang akhir tahun (28 Desember 2018), lumayan kejar-kejaran juga dengan jadwal cuti dokter. Apalagi sebelumnya jadwal operasinya sudah diundur seminggu karena Calvin sempat kena batuk. Kata suster RS, kalau anak akan dioperasi harus sehat, tidak boleh batuk atau pilek karena bisa menurunkan daya tahan tubuhnya.

Calvin RSPI 8

Akhirnya pas hari H, dimana Calvin dapat jadwal operasi jam 19.30 malam, dia diwajibkan untuk puasa minimal 6 jam, yang artinya jam 13.30, Calvin sudah enggak boleh makan, minum atau menyusu. Duh, Moms bisa bayangin gak sih, anak 2 tahun harus puasa 6 jam? Saya bahkan sampai tidak tega waktu lihat dia nangis-nangis pengen makan dan minum susu. Akhirnya sekitar jam 4 sore, setelah saya terus-menerus nanya ke suster yang juga nego ke dokter, Calvin diizinkan minum susu maksimal 120 ml. Setelah menyusu dan agak tenang, Calvin pun lanjut main deh di playground RS.

Menjelang jam 19.30 malam, Calvin mulai dibersihkan badannya oleh suster pakai lap, kemudian diganti popok dan dipakaikan pakaian khusus. Lalu selanjutnya masuk ruang operasi dimana Calvin menjalani proses anestesi inhalasi (uap). Lagi-lagi enggak tega ngeliat dia nangis-nangis waktu diberikan masker bius, tapi ya untungnya enggak lama dia langsung tertidur. Setelah itu, saya dan suami diminta keluar dan menunggu di ruang tunggu hingga operasi selesai.

Operasi

Saat operasi sudah dinyatakan selesai, saya dipanggil masuk untuk menemani Calvin hingga terbangun. Duh, rasanya trenyuh ngeliat muka imutnya yang masih tertidur pasca operasi, lengkap dengan selang oksigennya. Tapi mau gimana lagi ya nak… Ini semua demi kebaikan kamu ya, sayang. Di samping ranjang, saya melihat ada lembar Bravery Certificate dari RSPI yang menyatakan kalau Calvin sudah menjadi anak pemberani yang lulus melewati proses operasi. Yeay! You are officially a brave kid, son!

Calvin RSPI 10.jpg

Kemudian setelah efek biusnya berkurang, Calvin mulai siuman dan ya pasti nangis-nangis dong sambil tetap merem. Saya pun kemudian diperbolehkan suster untuk menggendongnya sebelum kembali ke kamar RS untuk beristirahat. Oya, pasca operasi, tangan Calvin harus diinfus dulu selama semalam untuk pemberian obat anti nyeri.

Nah, besoknya setelah selang infusnya dilepas, nih Si Kucril udah mulai aktif lagi, main ke sana kemari ūüėÄ

Bontoy 7

Biaya Operasi Penurunan Testis
Sebenarnya biaya operasi ini pasti bervariasi ya, Moms karena penghitungan biaya pasti tergantung dari banyak faktor, seperti misalnya rate dokternya, rumah sakitnya, jenis kamarnya, obat-obatan yang dipakai, lama inapnya, masa observasi atau visit dokter, dan sebagainya.

Tapi sebagai gambaran, untuk operasinya Calvin di RSPI Pondok Indah selama 2 malam dengan kamar VIP khusus anak sebesar Rp 48 juta. Lho kok 2 malam? Katanya ini operasi kecil yang sehari udah boleh pulang? Betul, tapi untuk Calvin diminta 2 malam karena menurut dokter Arry perlu masa observasi semalam gara-gara baru sembuh dari batuk.

Demikian Moms, sharing dari saya mengenai kasus UT ini, semoga bisa bermanfaat dan menambah wawasan bagi kita semua. Untuk Moms yang punya anak laki-laki berusia 1 tahun ke bawah, ada baiknya perlu diperiksa bagian testisnya untuk mengantisipasi terjadinya kondisi UT ini. Bila kurang yakin dengan pemeriksaan sendiri, sangat disarankan untuk diperiksakan ke dokter yang tentunya lebih kompeten.

 

Deteksi Dini Down Syndrome Saat Hamil dengan NIPT

FullSizeRender_22-665x435

Setiap ibu hamil pastinya mengharapkan bayinya akan terlahir dengan normal dan sehat tanpa ada kekurangan apa pun. Namun bagaimana bila seorang ibu mendapati bayinya terlahir dengan kebutuhan khusus (down syndrome)? Apakah hal ini bisa dicegah? Adakah cara untuk mendeteksinya sejak dini?

Nah, kebetulan pas banget ini Moms, pada tanggal 2 Desember lalu, PT Cordlife Indonesia mengadakan talkshow di acara IMBEX 2018 (Indonesia Maternity Baby Kids Expo) yang mengangkat tema “‚ÄúDeteksi Dini Kelainan Kromosom dan Pengasuhan Anak dengan Sindroma Down‚ÄĚ.¬† Tujuan dari¬†talkshow ini adalah untuk memberikan edukasi kepada seluruh ibu khususnya bagi ibu yang sedang mengandung untuk mengetahui betapa pentingnya screening / deteksi kehamilan pada trimester pertama dan memberikan edukasi kepada ibu yang memiliki anak dengan down syndrome.

FullSizeRender3-1024x576

Pada talkshow ini, Dr. Meriana Virtin yang hadir sebagai narasumber menerangkan bahwa down syndrome terjadi karena kelainan kromosom pada bayi. Diperkirakan dari angka 16 kelahiran bayi di Indonesia, 1 diantaranya mengalami kelainan kromosom. Untuk itulah pemeriksaan deteksi dini mengenai kelainan kromosom pada ibu hamil ini dirasa sangat penting agar calon orangtua dapat mengetahui kondisi bayinya sejak awal. Saat ini sudah tersedia teknologi NIPT (Non-Invasive Prenatal Test) yang dapat mendeteksi dini kelainan kromosom bayi saat masih di dalam kandungan. NIPT merupakan pemeriksaan yang tidak membahayakan janin serta dapat mendeteksi kelainan kromosom dengan tingkat akurasi 99%.

kromosom

Dr. Meriana menjelaskan bahwa jumlah kromosom manusia secara normal adalah 46. Bila jumlahnya kurang atau lebih dari 46, akan memunculkan kelainan yang berakibat pada down syndrome. Berikut adalah fakta-fakta mengenai kelainan kromosom ini:

  1. Kelainan kromosom tidak dapat dicegah, terjadi secara acak dan tidak berhubungan secara langsung dengan asupan gizi yang dikonsumsi ibu saat hamil.
  2. Kelainan kromosom bukan karena faktor keturunan, jadi bukan kesalahan dari pihak ayah ataupun ibu.
  3. Ibu yang hamil di usia > 35 tahun memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami kelainan kromosom pada bayi (1 : 350), namun tidak menutup kemungkinan bahwa risiko ini juga bisa terjadi pada Ibu Hamil yang berusia di bawah 35 tahun.

Meskipun ternyata down syndrome tidak dapat dicegah, tapi hal ini dapat dideteksi sejak awal dengan pemeriksaan NIPT seperti yang disebutkan di atas. Dengan pendeteksian sejak dini, bilamana seorang ibu dinyatakan positif mengandung janin yang mengalami gejala down syndrome, maka diharapkan ibu dapat mempersiapkan diri lebih baik untuk menerima kehadiran Sang Buah Hatinya.

Di event talkshow ini juga dihadirkan Ibu Olivia Maya sebagai perwakilan dari POTADS (Persatuan Orangtua dengan Anak Down Syndrome) dan Ibu Maylani Wiaji sebagai klien Cordlife Indonesia yang mengasuh Sang Buah Hati dengan kebutuhan khusus. Ibu Maylani berpesan kepada para orangtua yang mempunyai anak dengan down syndrome untuk tidak putus asa dan segera mempersiapkan masa depan anak. Karena dengan dukungan dan bimbingan orangtua, keluarga dan masyarakat, anak dengan down syndrome tetap dapat hidup mandiri.

Cordlife Indonesia sendiri juga menyediakan pemeriksaan NIPT yang merupakan tes awal kehamilan untuk mengetahui kelainan kromosom bawaan pada bayi dan MetaScreen‚ĄĘ sebagai deteksi kelainan metabolisme bawaan pada bayi baru lahir dimana proses screening ini tidak menggunakan pengambilan darah melainkan menggunakan urine bayi sehingga tidak akan menyakiti Buah Hati.

Jika Moms berniat untuk melakukan pemeriksaan NIPT, dapat menghubungi Cordlife Indonesia pada :
Email : info@id.cordlife.com
Customer Service Hotline : +62 21-83797424 / +62 813-8060-5508
Website : www.cordlife.co.id

 

Cordlife Life Card: Persembahan Cinta untuk Para Orangtua

Bertepatan dengan event IMBEX (Indonesia Maternity Baby and Kids Expo) yang diadakan di JCC Senayan pada tanggal 30 November 2018 kemarin,  Cordlife Indonesia juga memperkenalkan program barunya lho, yaitu Cordlife Life Card. Kartu spesial ini merupakan persembahan cinta dari Cordlife Indonesia untuk para orangtua yang sudah mempercayakan penyimpanan darah tali pusat buah hatinya di Cordlife.

Cordlife 22

Sebelum kita kenalan lebih jauh tentang Cordlife Life Card ini, Moms sudah tahu belum tentang Cordlife sendiri? PT Cordlife Persada atau yang biasa disebut dengan Cordlife Indonesia merupakan anak perusahaan dari Cordlife Group Ltd. Singapore yang mulai berdiri di Indonesia sejak tahun 2001. Cordlife Indonesia merupakan bank darah dan tali pusat pertama dan terbesar yang ada di Indonesia, bahkan, merupakan bank darah tali pusat no. 1 di Asia Tenggara, lho!

Nah, ngomongin soal darah tali pusat, ini ada alasan rasionalnya lho kenapa sangat disarankan untuk disimpan di tempat khusus. Selama ini menurut pemahaman orang awam kan, tali pusat bayi itu ya dimasukkan ke dalam kendi lalu dikubur di tanah. Atau kalau tidak mau repot, ya diserahkan saja ke pihak Rumah Sakit untuk dimusnahkan begitu saja. Padahal Moms, tali pusat bayi kita itu mengandung keajaiban sel punca yang semestinya dapat dimanfaatkan lebih besar untuk investasi kesehatan seluruh anggota keluarga di masa mendatang.

Cordlife 19

Tentang Cordlife Life Card
Cordlife Life Card ini didedikasikan kepada seluruh orangtua yang telah menyimpan darah dan tali pusat bayi mereka di Cordlife Indonesia dengan ketentuan berikut :

  • Klien dengan masa penyimpanan 10 dan 21 tahun secara otomatis akan menjadi anggota Cordlife Life Card
  • Klien dengan masa penyimpanan tahunan dapat menjadi anggota Cordlife Life Card dengan membayar biaya administrasi sebesar Rp 100.000,- pada saat pendaftaran.

Sebagai pemegang Cordlife Life Card, klien akan mendapatkan fasilitas sebagai berikut :

  • Mendapatkan informasi terbaru dalam terapi sel punca serta promosi dan acara melalui E-News Cordlife
  • Undangan khusus pada acara-acara Cordlife Life Card
  • Menikmati berbagai penawaran terbaru dan promo dari para¬†merchant yang bekerjasama dengan Cordlife Indonesia.

Cordlife Life Card nantinya dapat dimiliki oleh klien Cordlife dengan jangka waktu 4-8 minggu dari pendaftaran keanggotaan.

card

Partner Cordlife Life Card
Sesuai dengan komitmen Cordlife untuk mempersembahkan cinta terbaik pada para orangtua, maka Cordlife Life Card juga bekerjasama dengan banyak merchant untuk menyediakan beragam benefit secara berkelanjutan mulai dari bayi usia newborn hingga tumbuh dewasa, yaitu :

  • Mothercare Indonesia
  • Tinytoes
  • Mums & Babes
  • Papermotion Pictures
  • Go Apotik
  • Babylogy
  • Vitaflow Baby

(Klik disini untuk mengetahui detail promosi yang ditawarkan setiap merchant)

Cordlife 23.jpg

Cordlife 21.jpg

Wah, asyik banget ya, punya Cordlife Life Card, Moms! Selamat untuk Cordlife Indonesia atas peluncuran kartunya yang pastinya sangat bermanfaat bagi para orangtua. Untuk Moms yang tertarik mengetahui informasinya lebih lanjut, langsung saja kunjungi website Cordlife Indonesia.

Pentingnya Suplemen Bagi Ibu Hamil & Menyusui

Perlu gak sih, ibu hamil dan menyusui mengkonsumsi suplemen tambahan? Memangnya nutrisi dari makanan saja, gak cukup ya? Kalau gitu, suplemen seperti apa yang disarankan untuk ibu hamil dan menyusui?

Tentunya pertanyaan-pertanyaan seperti itu akan berkecamuk di pikiran saat kita benar-benar mengalami fase hamil dan menyusui. Nah, kebetulan pada tanggal 27 Oktober 2018 kemarin, saya berkesempatan menghadiri acara gathering¬†“Bunda PAS (Peduli Asupan Sehat)” yang diadakan oleh Blackmores di Puri Denpasar Hotel, Jakarta.

Blackmores? Hmm… kalau kalangan ibu-ibu sih pasti sudah sering mendengar nama suplemen belakangan ini (termasuk saya). Blackmores ini sendiri adalah merek produk kesehatan terkenal dari Australia yang sudah berusia hampir 80 tahun lho, Moms. Lalu pada tahun 2015, Blackmores berkolaborasi dengan PT Kalbe Farma, Tbk untuk mengembangkan produk ini di Indonesia.

Blackmores 2

Oke, kembali lagi ke cerita acaranya ya. Pertama saya masuk ke ruangan, wah… dekorasi warnanya serba pink¬†dengan pernak-pernik lucu, sesuai banget yah dengan jiwa kewanitaan kita-kita, hehe… Ternyata memang itu adalah tema warna dari produk Blackmores Pregnancy & Breast-Feeding Gold yang dikhususkan untuk memahami kebutuhan wanita yang sedang berproses menjadi seorang ibu.

Memang apa sih kebutuhan seorang ibu hamil dan menyusui? Tentunya yang paling utama adalah kecukupan nutrisinya untuk menunjang perkembangan kesehatan dirinya sendiri dan juga bayi yang dikandungnya, diantaranya adalah asam folat, kalsium, zat besi, DHA, yodium, dan vitamin serta mineral lainnya. Apalagi nih Moms, saat kita mengandung, bayi kita akan menyerap berbagai nutrisi dari tubuh kita. Nah, kalau kita tidak mencukupi kebutuhan nutrisi untuk diri sendiri, bisa-bisa kita sendiri yang akan terganggu kesehatannya yang ujung-ujungnya akan berdampak pada perkembangan bayi kita sendiri.

Blackmores 3

Janin dalam kandungan membutuhkan asam folat minimal 400 mg per hari. Rupanya asupan makanan yang biasa kita makan sehari-hari tidak dapat mencukupi kebutuhan asam folat, yodium, kalsium, dan DHA untuk perkembangan janin. Maka ibu hamil membutuhkan suplemen pendukung untuk dapat memenuhi kebutuhan nutrisi tersebut.

22pbf-tablet

Blackmores Pregnancy & Breast-Feeding Gold yang diproduksi oleh Kalbe Farma telah diformulasikan khusus untuk dapat mencukupi kebutuhan nutrisi ibu hamil dan menyusui dengan kandungan:

  • Tinggi kalsium
  • DHA dari minyak ikan yang tidak berbau amis
  • Asam folat
  • Zat besi fumarat untuk mencegah anemia
  • Vitamin dan mineral esensial lainnya

Wah, ternyata lengkap banget ya, kandungan nutrisi dari Blackmores ini! Jadi pada masa 1000 hari pertama, Blackmores sudah disarankan untuk dikonsumsi pada awal perencanaan kehamilan, saat kehamilan, hingga masa menyusui.

Blackmores 1

Jadi jika saat ini Moms sedang merencanakan kehamilan, mengalami kehamilan atau menyusui, saya sarankan untuk mengkonsumsi suplemen tambahan yang dapat mendukung kesehatan dan perkembangan diri ibu dan bayi. Blackmores Pregnancy & Breast-Feeding Gold diformulasikan mengandung nutrisi esensial yang dapat mencukupi kebutuhan nutrisi ibu dan bayinya, seperti tagline For Amazing Mom & Baby!

Terima kasih, Blackmores sudah menginisiasi acara gathering untuk mengedukasi para ibu supaya bisa lebih sehat!

Blackmores 5Berfoto-foto sejenak sebelum pulang dari acara ūüôā

Film “Truly Asia” Luar Dalam!

Screen Shot 2018-10-07 at 9.16.24 PM.png

Ssstt… sudah nonton film yang belakangan lagi viral ini, Moms? Bulan lalu saya dan suami akhirnya nyempetin juga nonton film Crazy Rich Asians! Sungguh ini salah satu film yang sangat memorable dan enjoyable banget buat saya.¬†Terlepas dari beberapa scene yang janggal, terlalu berlebihan atau bahkan tidak masuk akal (yah, namanya juga film sih), tapi menurut saya, film Crazy Rich Asian tetap layak ditonton sebagai hiburan yang berkualitas dengan kekayaan visual yang sangat memanjakan mata.

Buat yang belum nonton, tenang disini saya tidak akan bocorin spoiler filmnya kok, cuma tertarik mengulas key message yang disampaikan di dalamnya. Menurut saya, film ini bener-bener truly Asia luar-dalem, bukan cuma karena sutradara dan semua cast pemainnya keturunan Asia lho, tapi value dan insight yang dibawakan memang sangat mewakili nilai-nilai kultur orang Asia. Kalau mau lebih spesifik lagi, lebih tepatnya nilai-nilai kultur Chinese descendants.

Yah, yang paling gampang sih soal perjodohan. No matter how good your calon is, your Asian mom will always say another. Ini menurut saya hampir selalu ada di seluruh keluarga berdarah Asia, tidak peduli dari kalangan menengah atas ataupun menengah bawah. Lalu ada juga insight nilai-nilai tentang respek pada ortu, keterikatan pada keluarga besar, prinsip family comes first, dan sebagainya.

Tapi somehow yang bikin ironis adalah melihat film ini justru saya semakin dibelalakkan matanya melihat tentang bagaimana kebanyakan orang Asia saat ini justru berubah menjadi terlalu materialistis ketimbang stereotip zaman dulu, kalau orang Barat itu lebih materialistis dibanding orang Asia yang santun dan serba ewuh-pakewuh. Tahu gak, Moms, kalau menurut survei terkini, di Tiongkok sendiri, syarat ideal menikah itu katanya harus punya rumah dan mobil lho, bukan melihat kecocokan atau kepribadian pasangan. Nah lho, sudah separah itu kan. Apakah nanti Indonesia akan menyusul seperti disana?

Tapi diluar semua itu, film Crazy Rich Asians tetep membawa banyak lawakan segar, pelajaran moral dan adegan romantis yang pastinya bikin banyak wanita klepek-klepek!¬†‚̧ԳŹ

Investasi “Golden Moment” Sekali Seumur Hidup!

Cordlife 11.jpg

Investasi sekali seumur hidup? Apa lagi nih, apa semacam MLM atau money game?

Bukan kok, Moms. Ini maksudnya adalah investasi terbaik untuk kesehatan anak kita yang diambil dari momen yang hanya terjadi sekali seumur hidup saja. Kalau di masa tumbuh-kembang anak, ada kan yang namanya golden period (periode emas) 1000 Hari Kehidupan yang menjadi pondasi utama perkembangan fisik anak hingga dewasa, maka di dunia stem cell (sel punca) pun, ada juga lho istilah golden moment yang periode waktunya malah lebih singkat lagi dari 1000 hari, yaitu tepat pada saat kelahiran. Untuk lebih jelasnya, kita simak dulu yuk, tulisan di bawah ini.

Cordlife 12.jpg

Pada tanggal 29 September 2018 kemarin, saya berkesempatan diundang menghadiri acara talkshow Cordlife Pregnancy Show di JS Luwansa Hotel & Convention, Kuningan, Jakarta yang menghadirkan sejumlah narasumber yaitu,¬†dr. Ardiansjah Dara, SpOG, dr. Meriana Virtin, dan dr. Edi Setiawan Tehuteru, SpA(K). Acara ini diadakan dengan mengangkat tema “Golden Moments Right After Birth” untuk kembali mengedukasi pentingnya manfaat tali pusat bagi investasi kesehatan anak sekaligus menegaskan komitmen Cordlife Indonesia untuk selalu menjadi partner kesehatan terbaik bagi ibu dan anak.

Cordlife 14.jpg

Sesuai dengan judul tema yang diangkat, yaitu “Golden Moments”, dr. Adriansjah Dara menerangkan bahwa setiap ibu pasti memiliki momen-momen emas saat memiliki seorang anak yang terbagi atas tiga fase, yaitu:

  1. Trimester 1: Saat-saat dimana kita mengetahui bahwa kita sedang hamil, baik melalui test pack atau lewat pemeriksaan USG. Tentu itu menjadi momen emas terbaik pertama yang kita rasakan, Moms. Masih ingat kan excitementnya?
  2. Trimester 2: Terjadi pada usia ke-5 / 6 kehamilan, dimana kita merasakan gerakan atau tendangan janin untuk pertama kalinya. Meskipun kadang terasa ngilu kalau Si Kecil nendangnya terlalu bersemangat, tapi pasti tertutupi dengan rasa bahagia yang jauh lebih besar.
  3. Trimester 3: Tentunya ini masa emas yang ditunggu-tunggu semua ibu, yaitu saat kita melahirkan dan berkesempatan melihat wajah mungilnya pertama kali di pelukan kita.

Nah, tapi diluar tiga momen emas terbaik itu, Moms, ada satu momen emas yang tidak kalah pentingnya dan sama-sama hanya akan terjadi sekali seumur hidup saja (tidak mungkin anak lahir bisa diulang kedua kali, kan?), yaitu pengambilan stem cell dari darah tali pusat bayi. Sebenarnya sel punca bisa diambil dari beberapa organ tubuh namun yang kualitasnya paling baik adalah yang ada di darah tali pusat.

Manfaat Stem Cell

Apa saja sih manfaat stem cell?¬†dr. Meriana Virtin menerangkan, “Kesempatan sekali seumur hidup tersebut jangan sampai terlewati, karena darah tali pusat ini sangat berharga dimana sel punca yang terkandung di dalamnya dapat membantu terapi lebih dari 80 jenis penyakit seperti leukimia, thalasemia, autoimun, dan sebagainya”. Bahkan pernah terjadi lho kasus dimana penderita thalasemia berhasil sembuh melalui terapi stem cell dari darah tali pusat milik adiknya.

Wow, hebat sekali ya! Cara kerjanya stem cell seperti apa sih? Jadi saat dimasukkan ke dalam tubuh (bisa lewat suntikan atau infus), stem cell bekerja mencari sumber peradangan di dalam tubuh dan secara otomatis akan memperbaiki kerusakan yang ada sehingga dapat menyembuhkan penyakit pasien. Bahkan jika ditemukan ada beberapa bagian tubuh yang mengalami peradangan pun, stem cell ini bisa membagi-bagi tugas untuk memperbaiki bagian-bagian tubuh tersebut. Namun tentu saja terapi stem cell ini harus disesuaikan dengan dosis dan frekuensi yang tepat supaya penyembuhannya berjalan optimal dan tepat sasaran.

Mengapa Sebaiknya Menyimpan Darah Tali Pusat?

  • Menurut riset, sekitar 3.000 anak-anak indonesia berusia kurang dari 15 tahun didiagnosa dengan leukemia setiap tahunnya
  • Thalasemia mayor dan leukemia, dua dari penyakit yang paling sering terjadi di Indonesia, dapat diobati dengan sel punca. Sekali terlewat, sel punca hanya dapat diambil dari sumber lain termasuk sumsum tulang, yang prosesnya terasa menyakitkan
  • Kita hanya memiliki satu kesempatan untuk menyimpan darah tali pusat bayi Anda; yaitu saat persalinan
  • 1 dari 500 bayi lahir di dunia menderita serebral palsi, suatu gangguan neurologis. Sampai saat ini pada terapi selular telah menunjukkan potensi untuk pengobatan untuk penyakit tersebut
  • Sel punca dari bayi kita dapat digunakan juga untuk saudara kandungnya. Riset menunjukkan bahwa pasien pulih lebih baik dan survival rate dua kali jika mereka menerima sel punca dari saudaranya.

Nah, ternyata sel punca kita menyimpan banyak keajaiban ya? Jadi bila saat ini Anda sedang merencanakan kehamilan atau malah tengah mengandung, sungguh sangat dianjurkan sekali untuk bisa memanfaatkan fasilitas penyimpanan darah tali pusat bayi terbaik di Cordlife Indonesia.

Di ujung acara, ternyata saya mendapatkan surprise lain dari Cordlife Indonesia, yaitu dinobatkan sebagai pemenang The Best Instagram Post! Duh, senangnya pulang bawa oleh-oleh deh dari Vita Flow dan Bamboo Roo.

Cordlife 18.jpg

Cordlife 10.jpg

 

Investasi Darah Tali Pusat di Cordlife Indonesia

Sebagai orang awam, mendengar istilah ‚Äústem cell‚ÄĚ sendiri pasti yang muncul di benak adalah pengobatan yang sangat canggih sekaligus super mahal. Padahal kenyataannya tidak seperti asumsi kita, Moms karena biaya penyimpanan tali pusat di Cordlife relatif terjangkau, yaitu senilai Rp. 1.650.000.- per tahun. Masih terasa mahal? Coba deh, kita hitung-hitung dulu dengan akumulasi harga 3 cangkir ngopi-ngopi cantik dan biaya kuota internet atau 2x rutin nonton bioskop per bulan selama satu tahun, hehe‚Ķ

29089092_386700955139457_4740116677427986432_n

Yang pasti dibandingkan dengan sejuta manfaat yang bisa dihasilkan dari menyimpan darah tali pusat dengan kesempatan mendapatkan yang cuma sekali seumur hidup, nominal biaya di atas menjadi terasa sangat ringan, Moms. Ya anggap saja sebuah investasi terbaik kita untuk kesehatan anak-anak dan anggota keluarga kita yang lain.

Bila Moms tertarik untuk mendaftar penyimpanan darah tali pusat, dapat langsung mengunjungi tautan berikut ini:

PENDAFTARAN CORDLIFE INDONESIA

Untuk detail informasi lain-lain, bisa juga bertanya melalui:

E-mail: info@id.cordlife.com

Hotline: 021 Р8379 7424 (24 Jam) / 0813 8060 5508

 

 

Menyambangi Restoran Kid-Friendly di Bali

Pada bulan Agustus 2018 kemarin, bertepatan dengan dua hari libur nasional dan kebetulan juga pas ada acara keluarga besar di Bali, jadinya saya dan suami sekalian deh berlibur selama 5 hari ke Bali. Nah, kalau sudah punya anak usia toddler, tentunya acara liburan bakalan beda ya dengan konsep liburan saat belum punya anak (apalagi kalau masih lajang dulu, ya gak?).

Sekarang pastinya kita lebih pilih tempat-tempat yang kid-friendly alias menyediakan fasilitas pendukung untuk anak, supaya kita sebagai orangtua juga lebih tenang dan nyaman. Selama 5 hari di Bali, saya sempat mampir ke dua restoran super kece yang kid-friendly banget, loh! Mau tahu kan, apa aja, Moms?

MANO BEACH HOUSE

Manobeach 13.jpg

Kafe yang bergaya Bohemian dan Tribal ini menawarkan suasana life beach yang kental banget, mulai dari alunan musiknya, atap rumbianya, hingga ada private pool yang bersebelahan langsung dengan area F&B. Atmosfernya benar-benar nyantai dan rileks, ingin rasanya leyeh-leyeh merem sejenak sembari menikmati sepoi-sepoi angin pantai…

Manobeach 8.jpg

Bagaimana dengan pilihan menunya? Mostly makanan ala Western, secara pengunjungnya pun hampir 90% bule semua. Disini saya cobain menu Sticky Pork Ribs dan Seafood Spaghetti dan camilan French Fries. Enak rasanya, apalagi yang Pork Ribs, empuk dan meresap banget bumbunya! Memang menu klasik Pork Ribs dengan potongan jagung ini katanya jadi menu andalan di Mano Beach House.

Manobeach 7.jpg

Nah, terus mana kid-friendly-nya? Karena kafe ini memang lokasinya benar-benar ada di pantai, jadi pengunjungnya sendiri banyak banget yang pakai celana pantai, swimsuit atau bikini. Di sebelah area F&B, ada kolam renang yang boleh dipakai pengunjung dan ada kolam renang khusus anak-anaknya juga kok.

Manobeach 5.jpg

Lalu ini bagian yang paling keren, kalau kita sudah selesai menikmati atmosfer kafe dan ingin ganti suasana, tinggal ke bagian belakang kafe saja, melewati jembatan kecil dan langsung tembus ke Pantai Petitenget! Iya, Mano Beach House ini literally memang berada di dalam kawasan Pantai Petitenget, Moms.

Manobeach 3.jpg

Nah, asyik dan seru kan? Setelah kita bisa menikmati F&B di kafenya, renang di private pool-nya, lalu kita bisa ajak anak untuk lari-lari di pasir dan basah-basahan bermain debur ombak. Ini juga pertama kalinya saya ajak Calvin ke pantai. Awalnya dia sedikit bingung dan takut saat jalan di pasir, tapi begitu basah-basahan kena sapuan ombak, ya dia jadi ketawa-ketawa, lucu banget jadinya, Moms.

Manobeach 12.jpg

Mano Beach House

8AM – 11PM
Jl. Pantai Pura Petitenget
Seminyak – Bali

+62 361 473 0874
http://www.manobali.com
IG: @manobeachhouse

‚Äď ‚Äď ‚Äď ‚Äď ‚Äď ‚Äď

PARACHUTE BALI

Parachute 4.jpg

Nah, kalau tadi kita diajak menikmati atmosfer pantai yang kental, sekarang kita akan diajak masuk ke dalam dining terrace garden yang dikelilingi persawahan di daerah Canggu. Eh, sawah? Bener kok, memang resto ini dikelilingi areal sawah beneran lho. Lalu di area teras terbuka ini, kita akan dipayungi oleh parasut raksasa selebar 19,5 meter! Keren banget kan?

Tersedia indoor dan outdoor, tapi tentu saja dengan suasana yang seperti di foto, semua orang akan lebih memilih bersantap menikmati suasana di area outdoor, ya kan?

Parachute 1

Pilihan menu yang ditawarkan tidak terlalu banyak, jadi lebih gampang milihnya. Mostly juga, masakan Western dan dessert serta kue-kue yang menggoda mata. Kabarnya yang jadi menu andalan disini adalah Fried & Roasted Cauliflower dan pilihan dessert-nya yang mantap jiwa banget!

Yang serunya lagi, di belakang disediakan area terbuka untuk bermain. Jadi anak-anak bisa berlarian, bermain bola, atau menyusun balok-balok kayu yang tersedia (tapi tetap perlu diawasi ya, soalnya balok-balok kayunya beneran solid dan berat). Sewaktu saya berkunjung ke sini, ada satu staf yang tampaknya sengaja berdiri di area terbuka ini untuk mengawasi anak-anak yang sedang bermain, soalnya benar-benar langsung bersebelahan dengan sawah, sih.

Parachute 5.jpg

Bagaimana reaksi Calvin? Ya tentunya senang banget dong! Bahkan dia lebih tertarik lari-larian ngejar bola di sini dibanding nyicipin dessert yang super lezat, hehe… Ya sudah, biarkan emak dan bapaknya aja yang menghabiskan santapannya, ya nak.

Parachute 6.jpg

Parachute 7.jpg

Parachute 8.jpg

Sayangnya, saya tidak berkesempatan berada di Parachute Bali sampai malam, soalnya mesti ngejar waktu ke tempat selanjutnya. Konon nih, kalau pas malam, suasananya bahkan lebih Instagrammable banget, Moms! Soalnya lampu-lampunya yang tersusun di tali-tali yang melintang di atas bakalan menyala semua, duh pasti romantis banget ya suasananya. Benar-benar remarkable banget deh, mampir ke sini, Moms.

PARACHUTE BALI

8AM – 12PM
Jl. Subak Sari 13 No. 8-4
Tibubeneng, Kuta Utara,
Kabupaten Badung, Bali

+62 813 37423010
http://www.parachutebali.com
IG: @parachutebali