Love Yourself, Love Your Body!

Lighthouse Relationship 12.jpg

“Diet Always Starts Tomorrow”
(Anonymous)

Bener gak, hayoo? Ngaku deh, buat para wanita (termasuk saya) yang bertekad untuk diet dan harus menghadapi 1001 macam godaan yang bersliweran di depan mata.

Ini semua terjadi kebanyakan karena mindset yang keliru. Kita cenderung berpikir bahwa diet itu kondisi yang dipaksakan, menyiksa dan tidak enak. Maka saat menjalaninya, pikiran bawah sadar kita pun menjadi resistan, melawan balik dengan mencari-cari celah untuk selalu menggagalkan upaya diet tersebut. Dalam lingkup yang lebih luas, seringkali upaya diet ini juga berawal dari mindset yang keliru pula, misalnya kita mati-matian berdiet karena merasa diri kurang langsing, kurang cantik, kurang seksi, kurang ini-itu, dan kurang-kurang lainnya.

Karena merasa selalu kurang itulah, penerimaan diri kita (self-acceptance) kita juga semakin terkikis. Ujungnya kita merasa stres, depresi, kecewa terhadap diri sendiri maupun lingkungan, lalu melakukan penyangkalan dengan pelarian diri ke bentuk-bentuk yang berpotensi menyesatkan, misalnya clubbing, alkohol, drugs, seks bebas, atau menghasilkan perilaku gangguan ekstrim yang tidak sehat, seperti shopaholic, bulimia atau anoreksia.

Nah, di hari Jumat kemarin, pada tanggal 3 Mei 2019, saya berkesempatan menghadiri acara peluncuran dan bedah buku “In a Relationship with My Body” di Kopi Kalyan, Jakarta Selatan, yang ditulis secara khusus oleh Tim Psikologi dari LightHOUSE Indonesia dan Rahne Putri sebagai narasumber.

Lighthouse Relationship 1

Menjalin hubungan dengan tubuh saya? Weits, maksudnya apa ya ini? Kembali lagi seperti tulisan saya di atas, bahwa banyak kekeliruan terjadi diawali dari mindset yang keliru pula. Untuk itu, buku ini akan mengajak kita membenahi diri untuk memiliki mindset yang benar terhadap tubuh kita. Layaknya orang berpacaran, tentu kita memiliki mindset yang positif terhadap pasangan kita, bukan? Kita juga akan merasa nyaman dan menerima dia apa adanya, sembari berusaha memberikan yang terbaik untuknya, bukan? Itu juga yang akan terjadi bila kita “berpacaran” dengan tubuh kita sendiri.

Lighthouse Relationship 5

Self-love atau sikap mencintai dan menerima diri sendiri dapat mengakibatkan efek positif yang sangat dahsyat. Tim psikolog LightHOUSE Indonesia yang terdiri dari Tara De Thouars, Naomi Tobing dan Anindita Citra, menyusun sebuah workbook yang bertujuan untuk memperkenalkan diri kita pada tubuh kita sendiri dan potensi terbaik kita, serta mampu menerima diri apa adanya dan mencegah kita dari perilaku gangguan atau masalah makan.

Seperti halnya dalam diet, justru upaya tersebut harus dimulai dengan perasaan cinta dan penerimaan pada diri sendiri. Hal ini dikarenakan jika kita memulai sesuatu dengan perasaan cinta maka keputusan yang kita buat terhadap diri sendiri termasuk keputusan makan akan menjadi keputusan yang paling tepat. Sebaliknya jika kita memulai diet dengan perasaan marah, dendam dan tidak nyaman, maka akan menimbulkan konflik yang berkepanjangan tentang tubuh dan makan yang akan mengarahkan pada gangguan atau masalah makan.

Dalam penjelasannya mengenai self-love, Naomi Tobing selaku bagian dari tim psikolog LightHOUSE Indonesia menjelaskan bahwa self-love seringkali disalahartikan dengan mencintai diri sendiri dengan segala kekurangan dan kelebihannya. Padahal, self-love seharusnya tidak hanya merasakan perasaaan baik tentang tubuh, tetapi juga dengan mengapresiasi diri dengan membuat keputusan, melakukan usaha, dan memberikan yang terbaik bagi diri dan tubuh kita sendiri. Belajar mencintai diri sendiri dapat mengubah pandangan anda lebih positif terhadap lingkungan anda, mendorong anda melakukan kebiasaan yang baik, dan membuat anda memiliki kesehatan mental yang lebih baik.

Mencintai diri sendiri tidak sama dengan mengasihani diri sendiri. Ketika seseorang mencintai dirinya sendiri, orang tersebut akan melakukan yang terbaik untuk diri sendiri, sesuai dengan norma masyarakat dan juga akal sehat. Ketika seseorang menolak untuk mengikuti akal sehat meski sebenarnya tahu apa yang terbaik untuk dirinya sendiri, saat itulah seseorang berada dalam fase self pity dan denial.

Lighthouse Relationship 6

Dengan adanya buku ini, ketiga penulis berharap dapat menaikkan perasaan cinta terhadap diri sendiri agar dapat mengarahkan pembacanya untuk bisa membuat keputusan yang terbaik untuk diri sendiri. Di dalamnya, buku ini dibahas banyak aspek-aspek penting dalam diri sendiri yang dapat meningkatkan rasa percaya diri, mengatasi stress dan sumber masalah, belajar untuk menerima diri sendiri serta cara-cara yang sehat dan tepat agar dapat mengatasi gangguan makan.

Terakhir, Tara De Thouars mengatakan bahwa seseorang sebenarnya tidak perlu mengalami konflik terhadap makanan, karena tidak ada orang yang terlahir dengan gangguan makan. Before you have a good relationship with food, you have to have a good relationship with your body. Itulah salah satu kunci yang dapat mendukung seseorang mencapai tubuh ideal.

Lighthouse Relationship 9

Lighthouse Relationship 10

Oya, selain acara launching dan bedah buku, di acara ini para peserta juga dapat mencoba beberapa fasilitas Psychology Corner yang disediakan oleh LightHOUSE Indonesia seperti Behaviour Change Corner, Stress Thermometer, Self-Love Mirror dan BMI (Body Mass Index) Check, dimana semuanya memang disediakan sebagai fasilitas terpadu dalam Personalized Program dari LightHOUSE Indonesia.

Lighthouse Relationship 11

Seru banget ya! Di akhir acara, ketiga penulis melakukan penandatanganan buku “In a Relationship with My Body” sebagai simbol bahwa buku tersebut telah resmi diluncurkan. Saat ini buku tersebut sudah bisa dibeli langsung lho, di Klinik LightHOUSE Indonesia ataupun melalui kontak WhatsApp di +62812-8811500.

FullSizeRender_18-1024x576.jpg

Tentang LightHOUSE Indonesia

LightHOUSE Indonesia adalah klinik pionir dalam layanan kontrol berat badan dan kontur tubuh, untuk orang-orang yang berjuang dengan berat badan, pembentukan kontur tubuh dan nafsu makan berlebih, dengan menyediakan program yang mudah diikuti dan perawatan pendukung yang dibuat khusus dan menyentuh akar masalah.

Didirikan sejak 2004 oleh dr. Grace Judio-Kahl, MSc, MH, CHt, Dipl. AAAM, Klinik LightHOUSE kini sudah menangani lebih dari 45.000 pasien, dan menghilangkan lebih dari 50.000 kg berat badan. Klinik yang sudah mengantongi sertifikat ISO 9001:2015 ini memiliki delapan cabang di daerah Jabodetabek, yaitu di:

  1. Kebayoran Baru
  2. Cilandak
  3. Thamrin
  4. Sudirman
  5. BSD City
  6. Cibubur
  7. Pantai Indah Kapuk
  8. Kelapa Gading.

Dalam waktu dekat, LightHOUSE Indonesia juga akan segera membuka 2 klinik baru di Lotte Shopping Avenue, Jakarta Selatan dan di Surabaya, Jawa Timur. Wow!

Lighthouse Relationship 7.jpg

Tim SlimRight Expert kami yang terdiri dari dokter, ahli gizi, perawat, psikolog, hingga psikiater siap membuat program penurunan berat badan pasien kami menjadi lebih mudah dan menyenangkan. Selain program penurunan berat badan, LightHOUSE juga menyediakan treatment pembentukan tubuh menggunakan teknologi treatment tanpa jarum dan operasi. Klinik LightHOUSE juga memberikan konsultasi psikologi untuk dapat membantu pasien yang memiliki permasalahan eating behavior melalui program hipnoterapi, relaksasi, dan terapi tingkah laku kognitif.

Info detail mengenai program dari LightHOUSE Indonesia bisa diakses disini, ya:
Website: https://www.lighthouse-indonesia.com/
Instagram: @lighthouse_indo

Terima kasih untuk LightHOUSE Indonesia sudah memberikan pencerahan bagi para wanita Indonesia untuk mencintai diri sendiri!

FullSizeRender_6-1024x576.jpg

Love yourself, love your body!